Kejari Panggil Beberapa Perangkat Daerah di Pessel

Metro- 02-11-2021 22:36
Kasi Intel Kejaksaan Negeri Painan, Ricko ZA Musti. (Dok : Istimewa)
Kasi Intel Kejaksaan Negeri Painan, Ricko ZA Musti. (Dok : Istimewa)

Penulis: Snm

Painan, Arunala - Kejaksaan Negeri (Kejari) Painan memanggil sejumlah perangkat daerah di kabupaten itu, terkait adanya indikasi pencatutan nama Kepala Kejari Painan, Dona Rumiris Sitorus pada beberapa plang proyek yang dikerjakan perangkat daerah itu.

Dipanggilnya sejumlah perangkat daerah oleh pihak Kejaksaan itu disebutkan Kasi Intel, Ricko ZA Musti, kepada media di ruang kerjanya, Selasa siang (2/11).

"Dari hasil kajian tim kami di lapangan ditemukan ada indikasi beberapa papan proyek pekerjaan yang mencantumkan nama Kajari sebagai tim pendamping pekerjaan proyek," kata Ricko.

Terhadap perangkat daerah yang dipanggil itu, Ricko menyebutkan pihaknya sudah mengingatkan perangkat daerah yang dipanggil itu agar mereka melakukan perbaikan atas kesalahan terjadi.

"Jangan sampai hal ini menimbulkan salah pengertian di tengah masyarakat. Justru sampai saat ini pengawasan terus kami lakukan pada beberapa perangkat daerah yang ada di kabupaten ini," papar Ricko.

Dia menambahkan, tidak semua perangkat daerah di kabupaten ini yang meminta pendampingan ke Kejari Painan.

"Sedangkan perangkat daerah yang minta pendampingan hukum kepada kami (Kejari, red) yakni Dinas PU, Dinkes, Koperindag, Rumah Sakit, dan PSDA," tukasnya.

Dirinya menerangkan, sebelum pihaknya berikan pendampingan, lebih dulu dilakukan kajian guna menentukan layak tidaknya pendampingan itu dilakukan.

"Sesuai kewenangan yang ada di Kejari Painan, pendampingan yang dilakukan adalah pendampingan hukum dan administrasi. Sedangkan untuk teknis kegiatan di lapangan jadi tanggung jawab dari pihak perangkat daerah terkait," Ricko menegaskan.

Menurut Ricko, pendampingan hukum dimaksudkan agar setiap kegiatan dilaksanakan pada perangkat di Pessel berjalan sesuai perencanaan, dan tidak ada masalah nantinya dengan hukum.

"Pasalnya, hal itu bisa berdampak bisa merugikan keuangan negara, serta masyarakat banyak," kata Ricko.

Komentar