Pemko Padang Kerahkan 26 Ambulan Diskes bagi Layanan Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Kesehatan- 28-11-2025 13:31
Wali Kota Padang, Fadly Amran saat dampingi Menkes RI, Budi Gunadi Sadikin, ke Posko Korban Terdampak Banjir di Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Jumat (28/11/2025). IST
Wali Kota Padang, Fadly Amran saat dampingi Menkes RI, Budi Gunadi Sadikin, ke Posko Korban Terdampak Banjir di Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Jumat (28/11/2025). IST

Padang, Arunala.com - Pemko Padang mengerahkan 26 unit Ambulan Diskes belum termasuk dari swasta, untuk menanggani korban banjir di kota itu.

Pengerahan puluhan unit Ambulan ini diungkapkan Wali Kota Padang, Fadly Amran di sela-sela mendampingi Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin, Jumat (28/11/2025).

Kehadiran Menkes ini untuk melihat kondisi para korban banjir di posko Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah.

"Selain mobil Ambulan, kami juga siagakan 24 Puskesmas, 51 Pustu, 94 dokter, beroperasi maksimal dalam penanggulangan bencana," kata Fadly Amran.

Dia melanjutkan, untuk mempercepat proses penanggulangan kondisi kedaruratan di tengah masyarakat, juga disiapkan lima excavator dari Kota Padang, Provinsi dan pihak swasta.

Menyangkut kunjungan Menkes itu, Fadly menyebut, hal itu untuk memastikan apakah seluruh layanan kesehatan darurat bagi warga terdampak berjalan optimal.

Fadly menegaskan komitmen Pemko Padang untuk terus meningkatkan pelayanan di setiap posko banjir.

"Kami harus pastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, misalnya obat-obatan, perlengkapan kesehatan, serta dukungan tenaga medis tambahan apabila diperlukan," ucapnya.

Sebab, jelas Fadly, kunjungan ini juga jadi bahan evaluasi bagi pemko untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat penanganan di lokasi terdampak.

Dirinya mengaku, bila Pemko Padang telah melakukan langkah-langkah cepat dalah hal penanggulangan bencana banjir itu.

"Langkah-langkah itu mulai dari evakuasi warga, pendirian posko, distribusi bantuan, hingga pemeriksaan kesehatan bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak" pungkasnya. (cpt)

Komentar