BNPB Tekankan Pentingnya Memaksimalkan Pendataan

Metro- 16-12-2025 15:31
Sekprov Sumbar, Arry Yuswandi bersama Sestama BNPB, Rustian rapat persiapan rehab rekon pascabencana di Sumbar di posko terpadu penanganan bencana di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Selasa (16/12/2025). IST
Sekprov Sumbar, Arry Yuswandi bersama Sestama BNPB, Rustian rapat persiapan rehab rekon pascabencana di Sumbar di posko terpadu penanganan bencana di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Selasa (16/12/2025). IST

Padang, Arunala.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan pentingnya pengkajian kebutuhan pascabencana (Jitupasna) sebagai langkah awal dalam penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana (R3P) di Sumbar.

Hal itu ditekankan Sekretaris Utama (Sestama) BNPB, Rustian, saat rapat persiapan rehab rekon pascabencana hidrometeorologi Sumbar di posko terpadu penanganan bencana di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Selasa (16/12/2025).

Ia mengingatkan, penanggulangan bencana tidak berhenti pada fase tanggap darurat.

"Fase rehab rekon ke depan tentu harus direncanakan secara matang, berbasis data, partisipatif, dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan, serta tentu harus mengacu secara konsisten pada peraturan perundang-undangan yang berlaku," ucap Rustian.

Ia menambahkan, pembangunan kembali fasilitas umum, permukiman, dan infrastruktur yang rusak akibat bencana harus diupayakan secepat mungkin.

Oleh karena itu, pendataan melalui Jitupasna menjadi langkah awal yang sangat krusial sebelum pelaksanaan pembangunan dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

Rustian menegaskan, Jitupasna akan menjadi pedoman dalam penyusunan dokumen rencana rehab rekon pascabencana (R3P), yang akan menjadi peta utama dalam proses pemulihan pascabencana.

Dokumen tersebut nantinya mencakup peta pembangunan di sektor perumahan, infrastruktur, sosial, ekonomi, serta lintas sektor lain.

Dalam hal ini, jelasnya, pemda jelas memegang peran strategis sebagai penggerak utama pemulihan di wilayah masing-masing, dengan tanggung jawab yang melekat pada setiap perangkat daerah.

"BNPB akan melakukan pendampingan langsung dalam pelaksanaan Jitupasna dan penyusunan Dokumen R3P dengan melibatkan akademisi serta pihak terkait lainnya," ucapnya lagi.

Sedangkan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sumbar, Arry Yuswandi menyampaikan, berdasarkan perkiraan sementara, total kerugian akibat bencana hidrometeorologi di Sumbar mencapai sekitar Rp13,5 triliunnext

Komentar