.
Pada kesempatan tersebut, Jusuf Kalla juga menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Sumbar. Ia mengatakan kehadirannya merupakan bentuk empati dan solidaritas kemanusiaan.
"Ranah Minang adalah bagian dari hati dan jiwa saya. Karena itu saya hadir di sini untuk ikut merasakan duka masyarakat Sumbar. Mudah-mudahan masyarakat Sumbar diberi kekuatan dalam menghadapi cobaan ini," ucapnya.
Lebih lanjut, Jusuf Kalla menjelaskan, penanggulangan bencana terbagi dalam tiga tahap, yaitu pencegahan dan kesiapsiagaan, tahap tanggap darurat saat bencana terjadi, serta tahap pascabencana berupa rehabilitasi dan rekonstruksi untuk mengembalikan kehidupan masyarakat seperti semula.
"Saat inilah PMI hadir di tengah-tengah masyarakat, menjalankan misi kemanusiaan tanpa membedakan latar belakang korban," jelasnya.
Di sisi lain, Ketua PMI Sumbar, Aristo Munandar, mengungkapkan bahwa berdasarkan data BPBD Sumbar, bencana hidrometeorologi telah berdampak pada 16 kabupaten dan kota di Sumbar.
Ia menjelaskan, di setiap lokasi bencana telah didirikan posko-posko untuk evakuasi korban, pertolongan pertama, penyediaan air bersih, dapur umum, penampungan darurat, distribusi bantuan logistik, layanan medis dan psikososial, serta koordinasi lintas sektor guna memastikan respons yang cepat, tepat, dan terstruktur demi pemulihan masyarakat terdampak. (*/dpg)


Komentar