Sinergi Hadapi Bencana dan Dongkrak Ekonomi, Pemprov Sumbar Gelar Rakor Bersama Pemko Payakumbuh

Ekonomi- 26-02-2026 08:25
Gubernur Sumbar Mahyeldi pimpin rakor dengan Pemko Payakumbuh, Rabu (25/2026). IST
Gubernur Sumbar Mahyeldi pimpin rakor dengan Pemko Payakumbuh, Rabu (25/2026). IST

.

"Insyaallah TKD akan dikembalikan. Ini momentum bagi kita untuk lebih fokus ke infrastruktur, apalagi setelah pascabencana dan masuk tahapan rehabilitasi serta rekonstruksi," ungkapnya.

Mahyeldi menegaskan, aliran dana pembangunan yang masuk ke Sumbar harus memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat lokal, baik dari sisi tenaga kerja maupun penggunaan material.

"Jangan sampai uangnya masuk ke Sumbar, tapi yang bekerja orang luar dan barangnya dibeli dari luar, dan masyarakat lokal hanya menjadi penonton. Ini harus kita persiapkan untuk 2026 sampai 2028," tegasnya.

Selain itu, ia memaparkan strategi mendorong pertumbuhan ekonomi melalui hilirisasi agroindustri.

Payakumbuh dinilai memiliki posisi strategis, termasuk dengan keberadaan rumah potong hewan modern dan industri rendang yang perlu diperkuat pasokannya dari daerah sekitar.

"Hilirisasi ini sesuai arahan Presiden dan sudah kita masukkan dalam RPJPD Sumatera Barat. Dampak ekonominya akan sangat besar jika dijalankan secara serius," katanya.

Transformasi sektor pariwisata juga menjadi perhatian, termasuk rencana penguatan konektivitas Payakumbuh dengan Limapuluh Kota melalui sistem transportasi yang lebih aman dan nyaman.

Sementara itu Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta memaparkan posisi strategis daerahnya yang berada di tengah Pulau Sumatera dan menjadi penghubung antara Sumbar dan Riau.

Ia menyebut secara geografis Payakumbuh relatif aman dari bencana besar, meski tetap memiliki potensi banjir karena dilalui tiga sungai.

"Payakumbuh ini satu-satunya kota di Sumatera Barat yang dilalui sungai. Sungai memberi manfaat, termasuk objek wisata kuliner, tapi juga berpotensi banjir," jelasnya.

Ia juga menyoroti suhu udara Payakumbuh yang sejuk dan mendukung aktivitas kuliner hingga 24 jam, sehingga menjadi daya tarik sekaligus peluang ekonomi yang terus dikembangkan.

"Kuliner di Payakumbuh bisa hidup 24 jam. Tengah malam pun orang masih datang untuk makan," ujarnya.

Zulmaeta menambahkan, Payakumbuh telah memiliki fasilitas pengolahan pertanian seperti sentra pemotongan hewan dan Sentral Rendang.

Namun, pengembangan ekspor rendang masih memerlukan penguatan standar dan sertifikasi kualitas hewan.

"Kalau kualitas hewannya bisa disertifikasi, ini peluang besar untuk ekspor rendang ke luar negeri," katanya.

Selain sektor pertanian dan industri, Pemko Payakumbuh juga berupaya meningkatkan pendapatan asli daerah melalui penataan pajak kendaraan dan perparkiran, serta pengembangan kawasan industri dan pergudangan di jalur strategis kota.

Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara Pemprov Sumbar dan Pemko Payakumbuh, demi pembangunan yang lebih terarah, tangguh terhadap bencana, dan berkelanjutan. (*/dpg)

Komentar