Tim SAR Cari Warga Yang Hanyut Akibat Banjir Lahar di Magelang

Metro- 05-03-2026 13:23
Tim BPBD Kabupaten Magelang bersama tim SAR gabungan tengah dalam proses pencarian warga yang hanyut akibat banjir lahar dingin sekitar Gunung Merapi, Kamis (5/3/2026). IST
Tim BPBD Kabupaten Magelang bersama tim SAR gabungan tengah dalam proses pencarian warga yang hanyut akibat banjir lahar dingin sekitar Gunung Merapi, Kamis (5/3/2026). IST

Arunala.com - Dua warga dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus banjir lahar dingin yang melanda Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Selasa (3/3/2026).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam siaran pers menyebutkan, peristiwa ini terjadi menyusul hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan puncak Gunung Merapi dan sekitarnya, sehingga memicu meluapnya Sungai Senowo di Kecamatan Dukun.

"Selain dua korban meninggal dunia, hingga saat ini dua orang lainnya masih dinyatakan hilang dan tengah dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan," ujarnya.

Sementara itu, lanjutnya enam warga yang mengalami luka-luka telah mendapatkan penanganan medis secara intensif.

Korban meninggal dunia yang telah berhasil ditemukan hari ini masing-masing atas nama Heru Setyawan (25) dan Arif Fuad Hasan (26).

"Berdasarkan laporan terkini, kondisi banjir telah berangsur surut. Meski demikian, operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada Kamis (5/3/2026) dengan penambahan personel serta dukungan peralatan berat guna mempercepat proses evakuasi," jelas Abdul Muhari.

Menurutnya, dari sisi dampak kerusakan, banjir lahar juga mengakibatkan kerugian materiil.

Hasil pendataan sementara oleh BPBD Kabupaten Magelang mencatat satu unit truk terseret arus, satu jembatan terputus, serta tiga jembatan lainnya mengalami kerusakan.

"Secara keseluruhan, banjir lahar ini berdampak pada delapan kelurahan yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Dukun, Sawang, dan Mungkid," imbuhnya. (*/dpg)

Komentar