Pemko Pariaman - Pemprov DKI Jakarta Teken MoU, Hasil Pertanian untuk Kebutuhan Pasar Jakarta

Ekonomi- 14-04-2026 07:41
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, bersama Wagub Sumbar Vasko Ruseimy dan Wali Kota Pariaman Yota Balad tinjau lokasi produksi beras di Kota Pariaman, Senin siang (13/4/2026). IST
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, bersama Wagub Sumbar Vasko Ruseimy dan Wali Kota Pariaman Yota Balad tinjau lokasi produksi beras di Kota Pariaman, Senin siang (13/4/2026). IST

Pariaman, Arunala.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, kunjungi Kota Pariaman, Senin siang (13/4/2026). Ia hadir untuk saksikan penandatanganan MoU antara Pemko Pariaman dengan PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda).

Acara penandatanganan MoU yang diadalan di Desa Simpang, Kecamatan Pariaman Selatan, ini juga disaksikan Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy.

MoU ini difokuskan pada pengembangan sektor pertanian dan distribusi hasil bumi dari Kota Pariaman menuju pasar Ibu Kota.

Dalam kesempatan itu, Rano Karno menekankan, Jakarta memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap pasokan pangan dari daerah lain.

Menurutnya, Kota Pariaman memiliki potensi lahan dan kualitas produk pertanian yang sangat baik untuk memenuhi kebutuhan pasar Jakarta melalui PT Food Station.

"Ini merupakan kunjungan ketiga saya ke Sumbar. Kali ini saya hadir untuk saksikan MoU antara Food Station Jakarta dengan Rice Mile dari kelompok tani di Kota Pariaman," ucapnya/

Jakarta, sebut Rano Karno, tidak punya lahan. Jakarta hanya punya fiskal.

"Jadi Food Station melakukan contract farming dengan beberapa pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan pangan Jakarta yang potensinya luar biasa," ujarnya.

Rano Karno menyebut, Jakarta sangat memerlukan support dari pemerintah daerah, maka dari itu mungkin bisa dilakukan kerja sama karena Kota Pariaman punya hasil tani melimpah.

"Kerja sama ini bukan sekadar bisnis, tapi tentang menjaga kedaulatan pangan antardaerah," tegas Rano Karno.

Sedangkan, Wali Kota Pariaman, Yota Balad menyampaikan, kolaborasi ini merupakan langkah besar bagi kesejahteraan petani di Kota Pariaman.

Dengan adanya MoU ini, rantai distribusi hasil tani menjadi lebih pendek dan harga di tingkat petani diharapkan lebih stabil.

Ia menjelaskan, di era sekarang, kemajuan sebuah daerah tidak bisa dicapai sendirian. Kita harus berkolaborasi.

"Collaborative Governance adalah kunci. Pada hari ini, Pemko Pariaman dan Pemprov DKI Jakarta tandatangani MoU melalui Food Station (FS) DKI Jakarta," kata Yota Balad.

Dengan kerja sama ini, dirinya ingin petani di Pariaman tidak lagi bingung memasarkan hasilnya.

"Dengan PT Food Station sebagai penyerap (offtaker), standarisasi dan kualitas produk kita akan meningkat ke level nasional," ungkapnya. (cpt)

Komentar