.
Ia juga menyebut upaya ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi aspek kepatuhan, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat. "Kepercayaan publik adalah aset utama kami. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus menjaga dan meningkatkannya melalui praktik bisnis yang bersih dan profesional," harap Gusti Candra.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BPKP Sumatera Barat, Arif Ardiyanto, menyampaikan apresiasi atas komitmen Bank Nagari dalam memperkuat pengendalian internal dan pencegahan korupsi. Langkah ini menunjukkan keseriusan manajemen dalam membangun tata kelola yang baik dan berkelanjutan.
"Penandatanganan rencana tindak lanjut ini bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan bagian penting dalam memastikan bahwa setiap rekomendasi pengawasan dapat diimplementasikan secara nyata dan memberikan dampak positif bagi organisasi," ujar Arif Ardiyanto.
Ia menambahkan BPKP akan terus mendukung melalui pendampingan dan pengawasan yang konstruktif. "Kami berharap sinergi ini dapat meningkatkan efektivitas pengendalian korupsi serta memperkuat sistem manajemen risiko di Bank Nagari, sehingga mampu menjadi contoh bagi institusi lainnya," harap Arif. (*)


Komentar