Ungkap Fakta Insiden di UNP, Tim Investigasi Gelar Uji Balistik Lapangan Pistol G-2 Combat

Metro- 05-06-2026 14:27
Tim investigasi lakukan uji balistik peluru terkait ini yang terjadi di UNP, di Lapangan Tembak Lanud Sutan Sjahrir, Padang, Jumat (5/6/2026). IST
Tim investigasi lakukan uji balistik peluru terkait ini yang terjadi di UNP, di Lapangan Tembak Lanud Sutan Sjahrir, Padang, Jumat (5/6/2026). IST

Padang, Arunala.com - Proses investigasi insiden peluru nyasar yang terjadi di lingkungan UNP beberapa hari lalu sedang berjalan.

Proses ini dilaksanakanTim Investigasi dengan pengujian lapangan terhadap kemampuan jarak capai Pistol G-2 Combat menggunakan amunisi kaliber 9 mm produksi PT Pindad jenis 1-TJ di Lapangan Tembak Lanud Sutan Sjahrir, Padang, Jumat (5/6/2026).

Pengujian dilaksanakan melalui penerapan beberapa variasi sudut elevasi tembakan guna memperoleh data empiris terkait karakteristik lintasan proyektil, jarak tempuh, dan potensi capaian maksimum munisi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya ilmiah untuk mendukung analisis balistik, rekonstruksi kejadian, serta verifikasi berbagai temuan yang telah diperoleh selama proses investigasi.

Data hasil pengujian akan dikorelasikan dengan hasil olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan teknis, dan keterangan yang telah dihimpun oleh Tim Investigasi guna menghasilkan analisis yang objektif, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Melalui pendekatan berbasis sains balistik, tim berupaya membangun gambaran yang komprehensif mengenai faktor-faktor yang berkaitan dengan insiden tersebut.

Pemilihan Lanud Sutan Sjahrir sebagai lokasi pengujian didasarkan pada pertimbangan aspek keamanan, keselamatan, dan kelayakan area untuk pelaksanaan uji balistik.

Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku dengan pengawasan ketat dari personel yang memiliki kompetensi di bidang persenjataan dan investigasi teknis.

"Hasil pengujian ini akan menjadi salah satu bahan utama dalam penyusunan laporan investigasi guna memastikan setiap kesimpulan yang diambil didasarkan pada data faktual, analisis ilmiah, dan bukti teknis yang valid serta rasa keadilan," kata Kapendam XX/Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kav Taufiq.

Ia berharap masyarakat dapat memberikan kepercayaan kepada tim investigasi untuk bekerja secara profesional dan objektif.

"Dan hasil investigasi nantinya juga akan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan serta langkah-langkah perbaikan guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang," ungkap Kolonel Kav Taufiq. (dpg)

Komentar