Medi: Kesiapsiagaan Bencana di Sumbar Harus Menjadi Atensi Bersama

Metro- 11-06-2026 17:46
Asisten Administrasi Umum Setprov Sumbar, Medi Iswandi saat menerima rombongan KKDN Perwira Siswa (Pasis) Dikreg Level V Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI) Tahun Ajaran 2026 di Auditorium Gubernuran, Kamis (11/6/2026). IST
Asisten Administrasi Umum Setprov Sumbar, Medi Iswandi saat menerima rombongan KKDN Perwira Siswa (Pasis) Dikreg Level V Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI) Tahun Ajaran 2026 di Auditorium Gubernuran, Kamis (11/6/2026). IST

Padang Arunala.com - Sebagai salah satu daerah rawan bencana di Indonesia, Pemprov Sumbar terus berupaya memperkuat kesiapsiagaan melalui penguatan sistem, kelembagaan, dan kolaborasi lintas sektor.

Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Sumbar diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Setprov Sumbar, Medi Iswandi saat menghadiri kegiatan paparan executive summary Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) Level V Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI) Tahun Ajaran 2026 di Auditorium Gubernuran, Kamis (11/6/2026).

Medi menyampaikan, Sumbar merupakan salah satu daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi karena berada di kawasan aktif secara tektonik.

Di sebelah Barat Sumbar terdapat zona subduksi megathrust Mentawai yang berpotensi memicu gempa bumi besar dan tsunami.

Ia mengingatkan, gempa besar yang melanda Sumbar pada tahun 2009 menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak. Selain ancaman gempa dan tsunami, daerah ini juga menghadapi risiko longsor, banjir, serta berbagai bencana hidrometeorologi lainnya.

"Sumbar dapat dikatakan sebagai laboratorium nyata kebencanaan karena memiliki 13 jenis potensi bencana. Namun yang paling penting bukan hanya memahami ancamannya, melainkan memastikan seluruh unsur siap menghadapinya," ujar Medi.

Menurutnya, dampak bencana tidak hanya ditentukan oleh besarnya ancaman alam, tetapi juga oleh tingkat kesiapan sistem, kekuatan kelembagaan, dan kesadaran masyarakat terhadap risiko yang dihadapi.

Karena itu, Medi menegaskan pertanyaan yang harus terus dijawab bersama bukan lagi apakah bencana akan terjadi, melainkan apakah seluruh pihak telah siap ketika bencana datang.

Salah bentuk implementasi nyata dari komitmen tersebut, ia menyebut, saat ini Pemprov Sumbar terus berupaya memperkuat sistem peringatan dini, meningkatkan kapasitas aparatur dan relawan.

Kemudian mengembangkan nagari tangguh bencana, menyusun rencana kontingensi tsunami, serta mendorong integrasi mitigasi bencana ke dalam perencanaan pembangunan daerahnext

Komentar