Padang, Arunala.com--Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sumatera Barat bersama Himpunan Perawat Pencegah dan Pengendali Infeksi Indonesia (HIPPII) Sumatera Barat menggelar Seminar Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) sekaligus Kongres Wilayah II HIPPII Sumbar di Edotel Minangkabau SMKN 6 Padang, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan secara hybrid ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kapasitas perawat pencegahan dan pengendalian infeksi serta meningkatkan kesiapan rumah sakit menghadapi proses reakreditasi, khususnya pada Bab Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI).
Seminar yang diikuti oleh para perawat Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (IPCN), tenaga kesehatan, serta perwakilan rumah sakit dari berbagai daerah di Sumatera Barat tersebut membahas berbagai strategi dan tantangan dalam implementasi program PPI yang menjadi salah satu elemen penting dalam penilaian akreditasi rumah sakit. Selain itu, kegiatan juga dirangkai dengan Kongres Wilayah II HIPPII Sumbar yang menjadi forum evaluasi organisasi sekaligus pemilihan kepengurusan baru.
Ketua DPW PPNI Sumatera Barat, Katherina Welong, SKM, MARS, FISQua, dalam sambutannya menegaskan perawat Pencegahan dan Pengendalian Infeksi atau yang lebih dikenal sebagai Infection Prevention and Control Nurse (IPCN) memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung mutu pelayanan rumah sakit dan keselamatan pasien. IPCN menjadi motor penggerak berbagai kegiatan penting di fasilitas pelayanan kesehatan. Mulai dari edukasi dan sosialisasi kewaspadaan standar, pemantauan kepatuhan kebersihan tangan, penggunaan alat pelindung diri, surveilans infeksi terkait pelayanan kesehatan, hingga audit dan evaluasi program PPI secara berkelanjutan.
"Perawat PPI lebih kita kenal dengan IPCN akan menjadi motor penggerak dalam berbagai kegiatan penting, mulai dari edukasi dan sosialisasi kewaspadaan standar, pemantauan kepatuhan kebersihan tangan, penggunaan alat pelindung diri, surveilans infeksi terkait pelayanan kesehatan, hingga audit dan evaluasi program PPI secara berkelanjutan. Melalui kegiatan tersebut, perawat PPI tidak hanya memastikan terpenuhinya elemen penilaian akreditasi, tetapi juga berkontribusi langsung dalam menurunkan risiko infeksi, meningkatkan keselamatan pasien, melindungi tenaga kesehatan, serta memperkuat mutu pelayanan rumah sakit," ujarnya saat pembukaannext


Komentar