.
Ia menjelaskan, dari pemikiran tersebut lahirlah Program Hospital Schooling yang bukan sekadar menghadirkan ruang belajar di lingkungan rumah sakit. Melainkan menjadi simbol komitmen bahwa pelayanan kesehatan yang bermutu harus memandang pasien secara utuh. "Atas dasar pemikiran itulah RS M. Djamil menghadirkan Program Hospital Schooling. Program ini bukan sekadar menghadirkan ruang belajar di lingkungan rumah sakit. Program ini adalah bentuk komitmen bahwa pelayanan kesehatan yang bermutu tidak hanya berfokus pada penyakit, tetapi juga pada manusia yang sedang kita rawat. Bahwa masa perawatan tidak boleh menjadi jeda bagi proses belajar. Bahwa tempat tidur rumah sakit tidak boleh menjadi batas bagi cita-cita. Dan bahwa setiap anak yang sedang menjalani pengobatan tetaplah seorang pelajar yang memiliki hak untuk terus berkembang," katanya.
Menurut Dovy, program tersebut memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar membantu anak-anak mengikuti pelajaran selama menjalani perawatan di rumah sakit. "Hospital Schooling bukan hanya tentang menjaga agar anak-anak tidak tertinggal pelajaran sekolah. Lebih dari itu, program ini menjaga semangat mereka. Menjaga rasa percaya diri mereka. Menjaga harapan mereka. Karena sesungguhnya pendidikan bukan hanya proses memindahkan ilmu pengetahuan. Pendidikan adalah cara kita mengatakan kepada seorang anak, 'Masa depanmu masih terbentang luas, dan kami akan menjaganya bersama'," tuturnya.
Ia menambahkan, Djamil Hospital Schooling merupakan bagian dari implementasi pelayanan kesehatan yang benar-benar berpusat pada pasien atau patient centered care. "Inilah wujud pelayanan kesehatan yang benar-benar berpusat pada pasien. Pelayanan yang tidak hanya melihat diagnosis, hasil laboratorium, maupun rekam medis. Tetapi juga melihat seorang anak sebagai pribadi yang sedang tumbuh, belajar, bermimpi, dan memiliki masa depan yang harus kita lindungi bersama. Tentu kita menyadari bahwa ikhtiar mulia ini tidak mungkin berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi erat antara tenaga kesehatan, guru, orang tua, pemerintah, dunia pendidikan, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap masa depan anak-anak Indonesia," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, dr. Aklima, MPH, menyampaikan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mendukung penuh pelaksanaan program tersebut karena menjadi langkah nyata dalam menjamin hak anak untuk tetap memperoleh pendidikan meskipun sedang menjalani proses pengobatan di rumah sakit. "Kami dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Djamil Hospital Schooling. Program ini merupakan inovasi yang sangat baik karena menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya berorientasi pada penyembuhan penyakit, tetapi juga memastikan hak-hak anak tetap terpenuhi selama menjalani perawatan di rumah sakit," kata Aklimanext


Komentar