.
Ia menilai kolaborasi antara sektor kesehatan dan sektor pendidikan menjadi kunci dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Anak-anak yang sedang sakit tidak boleh kehilangan kesempatan untuk belajar hanya karena harus menjalani pengobatan dalam waktu yang cukup lama. "Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Ketika mereka harus menjalani perawatan, kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan semangat belajar mereka tetap terjaga. Dengan adanya program ini, mereka tetap dapat mengikuti proses pendidikan sehingga ketika kondisi kesehatannya membaik, mereka dapat kembali ke sekolah tanpa tertinggal jauh dari teman-temannya," ujarnya.
Aklima berharap Djamil Hospital Schooling dapat menjadi contoh bagi rumah sakit lainnya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif dan berorientasi pada kebutuhan pasien. "Kami berharap program ini dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Sinergi antara rumah sakit, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, pemerintah, orang tua, dan masyarakat harus terus diperkuat agar setiap anak Indonesia tetap memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-citanya, meskipun sedang menghadapi tantangan kesehatan," harapnya. (*)


Komentar