Agam, Arunala.com -- PT Bank Nagari bersama Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional (APERNAS) Sumatera Barat resmi menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang layanan perbankan dan kredit perumahan. Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Hotel Sakura Syariah, Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Selasa (14/7/2026).
Kesepahaman yang dibangun kedua belah pihak menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara sektor perbankan dan pengembang perumahan. Kerja sama ini diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan kepemilikan rumah, khususnya rumah sederhana, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor properti di Sumatera Barat yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah.
Dalam penandatanganan MoU tersebut, Bank Nagari diwakili oleh Wakil Pemimpin Divisi Kredit dan Mikro Banking Fauzan, Pemimpin Bank Nagari Cabang Lubuk Basung Abdul Rahman, serta jajaran Grup Sinergi Kelembagaan. Sementara dari pihak APERNAS Sumbar hadir Ketua DPW APERNAS Sumbar Yerno Arsel S bersama para pengembang perumahan yang tergabung dalam organisasi tersebut.
Direktur Kredit dan Syariah Bank Nagari, Hafid Dauli, mengatakan penandatanganan nota kesepahaman tersebut merupakan bentuk komitmen Bank Nagari dalam mendukung sektor properti, terutama pembangunan rumah sederhana yang menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat.
"Melalui kerja sama ini, Bank Nagari ingin memperkuat kolaborasi dengan para pengembang yang tergabung dalam APERNAS Sumbar sehingga layanan perbankan, khususnya pembiayaan kredit perumahan, dapat diakses lebih mudah, cepat, dan tepat sasaran oleh masyarakat," kata Hafid Dauli.
Menurut Hafid, sektor perumahan merupakan salah satu sektor strategis yang memiliki efek berganda atau multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Aktivitas pembangunan perumahan tidak hanya berdampak pada industri properti semata, tetapi juga menggerakkan berbagai sektor lainnya, mulai dari industri bahan bangunan, jasa konstruksi, transportasi, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang terlibat dalam rantai pasok pembangunannext


Komentar