.
"Karena potensi hujan masih cukup tinggi, kami mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama yang berada di bantaran sungai maupun kawasan rawan longsor," ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri melintasi arus sungai atau genangan dengan debit air yang tinggi demi menghindari risiko yang membahayakan keselamatan.
"Apabila menemukan arus yang deras, jangan memaksakan diri menyeberang. Utamakan keselamatan dengan mencari tempat yang lebih aman sampai kondisi benar-benar memungkinkan," tegasnya.
Meski banjir terjadi di sejumlah wilayah, Mahyeldi menjelaskan, Pemprov Sumbar belum menetapkan status siaga darurat karena kondisi masih dapat ditangani melalui koordinasi antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten dan kota.
"Saat ini yang paling penting adalah memastikan masyarakat terdampak mendapatkan bantuan dan kebutuhan dasarnya terpenuhi secepatnya serta seluruh proses penanganan berjalan dengan baik," katanya.
Di lokasi yang dikunjungi, sekitar 30 rumah dilaporkan terdampak banjir. Sebagian warga untuk sementara mengungsi ke rumah kerabat sambil menunggu kondisi kembali normal.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak, Mahyeldi juga menyerahkan bantuan logistik berupa kasur, selimut, makanan siap saji, serta paket kebutuhan pokok yang terdiri atas beras, minyak goreng, dan sarden.
Pemprov Sumbar juga akan terus melakukan koordinasi dengan kabupaten kota untuk memperoleh data akurat tentang dampak yang ditimbulkan, seperti jumlah kerusakan rumah, infrastruktur, dan fasilitas umum sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan dalam penanganan serta pemulihan pascabencana. (*/dpg)


Komentar