Ratusan Guru PJOK Gerakkan Budaya Hidup Sehat di Sekolah

Edukasi- 08-08-2026 16:49
Perayaan Belajar & Festival Gaya Hidup Sehat 2026 di Nutrihub Padang, Sabtu (8/8/2026). IST
Perayaan Belajar & Festival Gaya Hidup Sehat 2026 di Nutrihub Padang, Sabtu (8/8/2026). IST

Padang, Arunala.com—Sebanyak 346 guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dari berbagai daerah di Indonesia dinyatakan lulus program Nutrifood Physical Education Teacher (NPET) 2026.Program yang digelar Nutrifood bersama Guru Belajar Foundation tersebut berlangsung sekitar lima bulan. Para guru mengikuti pembelajaran mandiri, pelatihan, pendampingan implementasi, hingga menerapkan hasil pembelajaran di sekolah masing-masing.

Program NPET 2026 berfokus pada penguatan kapasitas guru dalam mengintegrasikan literasi fisik, literasi nutrisi, serta pemahaman mengenai pentingnya istirahat berkualitas dalam pembelajaran PJOK.Para peserta juga mendokumentasikan praktik yang mereka lakukan melalui Cerita Perubahan. Dari dokumentasi tersebut, terlihat berbagai upaya guru membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus mengajak warga sekolah terlibat menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat.

Puncak program ditandai dengan Perayaan Belajar & Festival Gaya Hidup Sehat 2026 bertema "Merayakan Perubahan, Menginspirasi Hidup Sehat di Sekolah." Kegiatan digelar secara luring di 18 Nutrihub di berbagai daerah Indonesia. Selain itu, satu sesi daring dilaksanakan pada Rabu (5/8/2026) untuk menjangkau peserta dari wilayah yang belum terjangkau kegiatan luring.

Di Padang, perayaan berlangsung di Nutrihub Padang, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan menghadirkan Adnan Anwar, S.Pd dari SDN 19 Moro, Sukma Soviana, S.Pd.Gr dari SD Fransiskus Bukittinggi, dan Muhammad Sujanadi, M.Pd dari SMPN 1 Kota Pariaman. Turut hadir Kasi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Sumatera Barat, Dr. dr. Marryo Borry, MARS.

CEO Nutrifood Mardi Wu mengatakan, tantangan kesehatan anak dan remaja saat ini tidak hanya berkaitan dengan penyakit, tetapi juga perubahan gaya hidup yang berpengaruh terhadap kualitas hidup dan proses belajar.

"Pola makan yang belum seimbang, rendahnya aktivitas fisik, penggunaan gawai, hingga kurangnya kualitas istirahat menjadi tantangan yang perlu diperhatikan. Sekolah menjadi ruang strategis untuk membangun kebiasaan sehat karena menjadi bagian dari keseharian peserta didik," ujarnyanext

Komentar