.
Sementara itu, 19 kegiatan masih dalam persiapan dokumen pengadaan E-Katalog dan 1 kegiatan dalam persiapan dokumen pengadaan langsung.
"Prosesnya terus berjalan. Untuk kegiatan yang masih dalam tahapan pengadaan, kita melakukan persiapan dokumen dan proses sesuai mekanisme yang berlaku agar pelaksanaannya dapat segera dimulai setelah seluruh tahapan terpenuhi," katanya.
Selain itu, Pemprov Sumbar melalui Dinas SDABK juga mengalokasikan Rp49,60 miliar untuk kegiatan di bidang irigasi. Anggaran tersebut terdiri atas Rp41,52 miliar untuk rehabilitasi jaringan irigasi permukaan.
Kemudian, Rp7,95 miliar untuk rehabilitasi bendung irigasi, serta Rp125 juta untuk penyusunan rencana teknis dan dokumen lingkungan hidup untuk konstruksi irigasi dan rawa.
"Berdasarkan progres per 5 Agustus lalu, sebagian besar masih dalam masa tayang di E-Katalog. Namun kita optimis, kegiatan-kegiatan ini akan tuntas sesuai rencana,"tegas Kepala Dinas SDABK Provinsi Sumbar.
Rifda lalu merinci sejumlah jaringan irigasi yang menjadi sasaran rehabilitasi tersebar di berbagai daerah di Sumbar.
Di antaranya Irigasi Ladang Laweh di Kabupaten Padang Pariaman dengan alokasi Rp3,5 miliar dan panjang penanganan 1.919,47 meter, Irigasi Batang Sianok di Kabupaten Agam dengan alokasi Rp3 miliar dan panjang 1.628,01 meter.
Serta Irigasi Bdr. Panjang Salayo di Kabupaten Solok dan Kota Solok dengan alokasi Rp5 miliar dan panjang 2.765,42 meter.
Selain itu, terdapat rehabilitasi Irigasi Batang Selo dan Bandar Galo Gandang di Kabupaten Tanah Datar, Irigasi Bandar Ipuh yang mencakup Kabupaten Agam dan Kabupaten Padangpariaman.
Irigasi Sicaung di Kabupaten Padang Pariaman, serta sejumlah jaringan irigasi lainnya di Kabupaten Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Solok Selatan, Pesisir Selatan, dan daerah lainnya.
Untuk rehabilitasi bendung irigasi, terdapat dua kegiatan yang berada di wilayah Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh, yakni rehabilitasi Bendung Batang Lampasi dengan alokasi Rp1,5 miliar dan Bendung Batang Talawi dengan alokasi Rp3 miliar.
Menurut Rifda, rehabilitasi jaringan irigasi dan bendung tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan fungsi jaringan pengairan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, khususnya dalam mendukung kebutuhan pertanian dan pengelolaan sumber daya air.
"Intinya, anggaran ini kita arahkan untuk mendukung infrastruktur sumber daya air yang memang dibutuhkan, baik untuk pengendalian dan pengamanan sungai maupun untuk menjaga fungsi jaringan irigasi," ujarnyanext


Komentar