Padang, Arunala.com - Kebakaran melanda SMP Angkasa Lanud Sutan Syahrir, yang berada di Kawasan Tabing Kota Padang, Rabu (12/8/2026) siang.
Kepala Bidang Ops Damkar Kota Padang, Rinaldi, mengatakan laporan kebakaran diterima pihaknya pada pukul 14.17 WIB.
Sesaat setelah laporan, diterima, Petugas Damkar langsung bergerak satu menit kemudian dan tiba di lokasi pada pukul 14.27 WIB.
"Laporan masuk pukul 14.17 WIB, unit berangkat pukul 14.18 WIB dan tiba di lokasi pukul 14.27 WIB. Penanganan selesai sekitar pukul 15.05 WIB," kata Rinaldi.
Berdasarkan informasi awal, lanjutnya, kebakaran diketahui setelah seorang saksi melihat percikan api disertai kepulan asap dari salah satu ruangan sekolah.
Saksi kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang.
"Petugas Damkar bersama unsur terkait langsung melakukan pemadaman dan pendinginan guna mencegah api merembet ke ruangan lainnya," ujar Rinaldi.
Dia menambahkan, dalam kejadian tersebut, api membakar empat ruangan, terdiri dari tiga ruang kelas dan satu ruang gudang.
Menyangkut luas bangunan yang terbakar, Rinaldi memperkirakan mencapai 250 meter persegi.
Meski kebakaran cukup signifikan, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka. Tidak ada warga maupun penghuni yang dilaporkan mengungsi.
Kerugian materi akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp900 juta, sementara aset bangunan dan barang yang berhasil diselamatkan ditaksir sekitar Rp2 miliar.
"Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan," ujar Rinaldi.
Sedikitnya, enam unit armada, terdiri dari lima unit armada Damkar Kota Padang dan satu unit fire truck milik TNI Angkatan Udara dikerahkan menangani kebakaran tersebut
Ada 75 personel Damkar turut terlibat dalam proses pemadaman dan penanganan kebakaran.
Petugas juga berupaya memastikan kobaran api tidak menjalar ke bagian bangunan lainnya.
Pasalnya, terdapat sekitar 12 ruangan yang berpotensi terdampak apabila api tidak segera dikendalikan, meliputi ruang kelas, ruang guru, dan ruangan lainnya.
Sementara itu, empat ruangan yang terbakar mengalami kerusakan berat, yakni tiga ruang kelas dan satu ruang gudang.
Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran serta menghitung secara lebih rinci dampak kerusakan yang ditimbulkan. (dpg)


Komentar