Menkes: Jangan Tunggu Bergejala, Terdeteksi Saat CKG Langsung Obati

Kesehatan- 18-08-2026 11:36
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memaparkan data Cek Kesehatan Gratis pada bayi baru lahir selama satu tahun di RS M. Djamil, 30 Juli lalu. IST
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memaparkan data Cek Kesehatan Gratis pada bayi baru lahir selama satu tahun di RS M. Djamil, 30 Juli lalu. IST

Padang, Arunala.com—Kementerian Kesehatan RI terus mempercepat transformasi sistem kesehatan nasional dengan menggeser fokus penanganan dari kuratif menuju preventif. Melalui penguatan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), pemerintah tidak sekadar mendeteksi faktor risiko penyakit sejak dini, tetapi juga memastikan setiap temuan skrining langsung mendapatkan intervensi medis gratis di fasilitas kesehatan dasar.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan penanganan penyakit yang terdeteksi lewat skrining tidak boleh lagi ditunda hingga muncul gejala komplikasi yang memberatkan masyarakat.

"Tahun lalu tercatat 70 juta masyarakat Indonesia memanfaatkan Cek Kesehatan Gratis. Tahun ini kita tidak hanya berfokus menemukan risiko, tetapi langsung pada tatalaksana pengobatan dan pengendalian penyakit," ujar Budi Gunadi Sadikin di sela penutupan bakti sosial dan alih teknologi (proctorship) medis kolaborasi RS M. Djamil bersama King Salman Humanitarian Aid and Relief Center (KSrelief) dan Muslim World League (MWL) di Padang, Kamis (30/7/2026).

Menkes menjabarkan, sasaran utama CKG pada kelompok dewasa berfokus pada tiga faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) tertinggi, yakni hipertensi, gula darah tinggi, dan kolesterol tinggi. "Kalau tekanan darah atau gula darah tinggi, langsung ditangani dan diberi obat di puskesmas. Jangan tunggu sampai stroke atau cuci darah baru berobat. Itu sudah terlambat," tegas Budi.

Menkes menekankan Pemerintah menjamin pengobatan gratis selama 15 hari pertama pasca-skrining. "Selanjutnya, penanganan dilanjutkan melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi peserta BPJS Kesehatan aktif, sementara warga yang belum terdaftar diarahkan untuk segera mengaktifkan kepesertaannya," ungkapnya.

Selain menyasar penyakit tidak menular pada orang dewasa, sebut Menkes, program CKG juga menyentuh penanganan kelainan bawaan pada bayi baru lahir melalui penyediaan alat oksimetri di seluruh puskesmasnext

Komentar