Dasrizal Raih Gelar Doktor Lingkungan

Edukasi-392 hit 24-04-2020 21:09
Dasrizal saat ikuti ujian Doktor Ilmu Lingkungan UNP yang dilakukan secara virtual, Kamis (23/4). (Foto : Istimewa)
Dasrizal saat ikuti ujian Doktor Ilmu Lingkungan UNP yang dilakukan secara virtual, Kamis (23/4). (Foto : Istimewa)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - STKIP PGRI Sumbar kini menambah seorang lagi dosennya meraih gelar Doktor. Kali ini gelar akademis tertinggi itu diraih oleh Dasrizal yang juga Ketua Yayasan Pendidikan STKIP PGRI Sumbar.

Dirinya berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Lingkungan di Universitas Negeri Padang (UNP) dengan predikat Summa Cum Laude memiliki Indeks Prestasi Kumulatif atau IPK 3.92, pada sidang ujian Doktor yang dilakukan secara virtual, Kamis kemarin (23/4).

"Alhamdulillah bisa lulus dengan predikat Summa Cum Laude," kata Dasrizal saat dihubungi Arunala.com melalui ponselnya, Jumat (24/4).

Baca Juga

Bagi dia, ujian kelulusan S3 adalah bagian tes mental. Pasalnya, pengajuan proposal disertasinya sejak tahun lalu.

"Judul disertasi saya tentang Adaptasi Masyarakat dalam Pengelolaan Hutan di Nagari Selingkar Danau Singkarak," jelasnya lagi.

Dia mengaku, mampu menyelesaikan S3 pada Prodi Ilmu Lingkungan UNP dalam waktu cepat yakni 3,5 tahun. Dirinya menjadi peraih gelar Doktor dengan nilai tertinggi untuk prodi tersebut.

Dasrizal menambahkan, saat ujian Doktor secara virtual itu ada sembilan orang penguji pada ujian Disertasi Dasrizal ini, yakni Prof Ganefri P.hd (Rektor UNP), Prof Dr Yenni Rozimela (Direktur Pasca). Prof Dr Atmazaky (Wadir 1). Prof Dr Bustari Mukhtar.

Kemudian Prof Dr Isril Bert, dan Dr Indang Dewata. Asocciate Prof Safiah Yusman Binti Moh Yusoff (University Malaya Malaysia) dengan Promotor 1 Prof Dr Eri Barlian dan promotor 2 Dr rer.nat. Jon Efendi.

Dasrizal menitikberatkan penelitiannya tentang perlunya menjaga keberadaan hutan yang ada di selingkar Danau Singkarak.

"Soalnya terjadi perbedaan pengelolaan hutan antara sisi Barat dan sisi Timur dari Danau Singkarak itu," kata Dasrizal.

Jika sebelah Barat dari danau itu masih didominasi hutan kering primer. Kondisinya masih terjaga dengan baik. Di samping berbatasan langsung dengan hutan lindung TNKS.

"Hal itu terjadi karena adanya juga masyarakat pun punya kearifan lokal dari masyarakat setempat dalam menjaga hutan," jelas Dasrizal.

Sebaliknya, lanjut Dasrizal, di sisi Timur Danau Singkarak itu tidak ditemukan lagi hutan seperti yang ada di sisi Barat danau itu.

Hal ini, menurut penelitian Dasrizal, adalah akibat dari kebutuhan masyarakat akan lahan sangat tinggi sehingga hutan dialih fungsikan menjadi perladangan dan perumahan.

"Ini jelas mengakibatkan hutannya gundul yang akhirnya menjadi lahan kritis," tukas Dasrizal.

Promotor Dasrizal pada ujian Doktoral itu, Prof Eri Berlian menyebutkan Dasrizal merupakan doktor pertama Prodi Ilmu Lingkungan Pasca Sarjana UNP. Menariknya, Dasrizal, juga Doktor pertama yang tulisan sudah memenuhi persyaratan jurnal internasional yang terindeks scopus.

"Salah satu syarat menjadi doktor adalah tulisannya ditampilkan dalam jurnal internasional dan ujian tertutup. Bahkan untuk ujian tertutupnya, Dasrizal memilih penguji berskala internasional yang didatangkan dari universitas berkelas di Malaysia," kata Prof Eri Berlian.

Komentar