.
Direktur Utama Bank Nagari Gusti Candra mengatakan kehadiran perseroan tidak hanya diwujudkan melalui aktivitas bisnis, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kondisi yang dihadapi masyarakat.
"Pembagian masker ini merupakan bentuk kepedulian Bank Nagari kepada masyarakat yang terdampak kabut asap karhutla. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat, terutama bagi anak-anak sekolah dan masyarakat yang tetap menjalankan aktivitas sehari-hari di tengah kondisi kualitas udara yang terdampak," katanya.
Menurut Gusti, persoalan karhutla dan kabut asap tidak dapat ditangani oleh satu pihak. Penanganannya membutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Bank Nagari, kata dia, berkomitmen mengambil peran sesuai kapasitas dan wilayah operasional perusahaan.
"Kami juga mengajak masyarakat untuk tetap memperhatikan kondisi kesehatan, menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, serta mengikuti arahan dan imbauan dari pihak berwenang selama kondisi kabut asap berlangsung," ujarnya.
Pesan tersebut menjadi penting karena penanganan kabut asap tidak berhenti pada distribusi masker. Pencegahan dan pengendalian sumber kebakaran tetap menjadi langkah utama untuk memutus rantai persoalan. Sementara bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak, perlindungan kesehatan dan pembatasan paparan asap menjadi bagian penting selama kualitas udara belum kembali normal.
Bagi Bank Nagari, sebutnya, penyaluran 204.500 masker tersebut juga menjadi bagian dari pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Namun, dalam konteks karhutla, program tersebut diarahkan pada kebutuhan yang bersifat langsung dan mendesak.
Sebagai Bank Pembangunan Daerah, Bank Nagari memiliki posisi yang dekat dengan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat Sumatera Barat. Karena itu, kontribusi perusahaan tidak hanya diukur melalui fungsi intermediasi dan dukungan terhadap perekonomian daerah, tetapi juga dari kemampuan merespons persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
"Penyaluran masker menjadi salah satu bentuk konkret dari nilai Peduli yang dikembangkan Bank Nagari. Bantuan tidak ditempatkan sekadar sebagai kegiatan seremonial, tetapi diarahkan kepada masyarakat yang berhadapan langsung dengan dampak kabut asap," sebutnya.
Bank Nagari menyatakan akan terus mengikuti perkembangan kondisi karhutla dan kualitas udara di wilayah operasionalnya. Jika situasi di suatu daerah memburuk, penyesuaian terhadap prioritas penyaluran bantuan dapat dilakukan berdasarkan perkembangan di lapangannext


Komentar