Presiden Prabowo Instruksikan TNI AL Cari 8 Korban Hilang di Selat Sunda

Metro- 10-09-2026 16:44
KRI Lepu-861, satu dari 11 kapal yang dikerahkan dalam pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang di Selat Sunda. IST
KRI Lepu-861, satu dari 11 kapal yang dikerahkan dalam pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang di Selat Sunda. IST

Jakarta, Arunala.com - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan TNI Angkatan Laut mencari lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang di Selat Sunda.

Rombongan dilaporkan hilang kontak sejak hari Senin malam saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan strategis tersebut.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya secara resmi mengonfirmasi hilangnya kontak rombongan itu melalui akun media sosial Instagram Lembaga, Kamis, (10/9/2026).

"Presiden langsung memerintahkan pihak Kepala Staf Angkatan Laut untuk memimpin operasi penyelamatan terpadu berskala penuh dengan cepat," tulis Teddy.

Menurut Teddy, laporan hilang kontak diterima sejak Senin malam dan Presiden segera memerintahkan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) untuk mengerahkan seluruh kemampuan pencarian.

Merespons perintah tegas itu, TNI Angkatan Laut berkolaborasi bersama tim BASARNAS serta POLAIRUD dalam menyisir seluruh wilayah laut.

Sebanyak sebelas kapal gabungan lintas instansi kini dikerahkan menuju sektor operasi di sekitar kawasan perairan Gunung Anak Krakatau.

Armada penyelamat gabungan terdiri atas berbagai jenis kapal perang berukuran besar, kapal patroli cepat, hingga rigid buoyancy boat.

Unsur TNI Angkatan Laut mengerahkan armada KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, KRI Lepu-861, dua KAL, serta satu unit RBB.

Tim BASARNAS turut meluncurkan dua unit kapal penyelamat jenis KN SAR serta dua armada cepat taktis tipe RHIB.

Sementara itu, pihak POLAIRUD memperkuat operasi kemanusiaan ini dengan mengirimkan satu armada andalan yaitu kapal polisi KP Sanjaya-7017.

Para personel di lapangan terus melakukan proses pengawasan visual secara intensif menggunakan teropong dari atas anjungan setiap kapal.

Sistem radar canggih serta teknologi peta navigasi digital digunakan terpadu untuk mempersempit radius lokasi titik koordinat terakhir pencarian.

Seskab Teddy mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia ikut mendoakan keselamatan bagi seluruh anggota rombongan jurnalis yang dicari tersebut.

Operasi penyisiran massal masih terus berjalan menembus batas waktu demi menemukan semua korban hilang secepat mungkin dalam selamat. (*/cpt)

Komentar