RS M. Djamil Kini Punya Sumur Bor untuk Dukung Ketersediaan Air Bersih

Metro- 18-09-2026 17:17
Serahterima sumur bor oleh Plt Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang Reski Wahyudi kepada Dirut RS M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, Jumat (18/9/2026). Turut disaksikan Wamenkes dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade dan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah. IST
Serahterima sumur bor oleh Plt Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang Reski Wahyudi kepada Dirut RS M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, Jumat (18/9/2026). Turut disaksikan Wamenkes dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade dan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah. IST

"Dengan tersedianya sumber air sendiri, kebutuhan air rumah sakit diharapkan dapat dipenuhi dengan lebih baik dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan air dari luar," ucapnya.

Benjamin juga memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang ikut mendorong percepatan penyelesaian persoalan air bersih di RS M. Djamil. Salah satunya adalah Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade. "Terima kasih kepada Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade atas kecepatannya dalam hal air bersih," kata Benjamin.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengatakan pembangunan sumur bor tersebut merupakan bagian dari upaya mencari solusi terhadap persoalan pasokan air yang dihadapi RS M. Djamil setelah bencana. Ia menyebut fasilitas yang dibangun Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang tersebut kini telah dapat digunakan. "Alhamdulillah sekarang sudah bisa digunakan," kata Andre.

Menurut Andre, kebutuhan terhadap sumber air mandiri semakin penting karena RS M. Djamil memiliki peran strategis sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat. Aktivitas pelayanan di rumah sakit berlangsung sepanjang waktu sehingga kebutuhan terhadap air bersih harus dijaga kesinambungannya.

"Di tengah berbagai kebutuhan tersebut, keberadaan sumber air mandiri menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kesinambungan pelayanan. Terlebih, rumah sakit juga harus memiliki kesiapan menghadapi kemungkinan gangguan infrastruktur akibat bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu," sebutnya.

Bencana, kata Andre, memberikan pelajaran bahwa infrastruktur dasar fasilitas kesehatan harus dipersiapkan dengan baik. "Rumah sakit tidak hanya dituntut mampu memberikan pelayanan dalam kondisi normal, tetapi juga harus memiliki daya dukung ketika menghadapi situasi darurat," tegas Andre.

Plt Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang Reski Wahyudi menjelaskan pembangunan sumur bor dilakukan hingga kedalaman sekitar 124 meter. Kedalaman tersebut disesuaikan dengan kondisi tanah dan hasil pencarian sumber air di lokasi. "Memang kedalamannya sekitar 124 meter karena kondisi tanah. Alhamdulillah sudah selesai. Kami berharap dengan adanya air bersih ini bisa mendukung kebutuhan rumah sakit," ujarnya.

Direktur Utama RS M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan sumur bor tersebut. Bagi manajemen rumah sakit, ketersediaan air bersih bukan sekadar persoalan fasilitas pendukung. Air merupakan kebutuhan dasar yang berkaitan erat dengan kelancaran berbagai aktivitas pelayanan kesehatannext

Komentar