Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar

Ekonomi- 02-10-2026 19:57
Gubernur Sumbar Mahyeldi bersama Wamen UMKM Helvi Yuni Moraza saat menghadiri program Peningkatan Kapasitas Wirausaha Terdampak Bencana melalui Klinik UMKM Minang Bangkit Regional II Sumbar yang digelar di Auditorium Universitas Andalas, Padang, Jumat (2/10/2026). IST
Gubernur Sumbar Mahyeldi bersama Wamen UMKM Helvi Yuni Moraza saat menghadiri program Peningkatan Kapasitas Wirausaha Terdampak Bencana melalui Klinik UMKM Minang Bangkit Regional II Sumbar yang digelar di Auditorium Universitas Andalas, Padang, Jumat (2/10/2026). IST

Padang, Arunala.com - Pemerintah menyiapkan alokasi sekitar Rp115 miliar untuk membantu pemulihan sekitar 38.000 UMKM terdampak bencana di Sumatera Barat (Sumbar).

Dukungan tersebut menjadi bagian dari program Peningkatan Kapasitas Wirausaha Terdampak Bencana melalui Klinik UMKM Minang Bangkit Regional II Sumbar yang digelar di Auditorium Universitas Andalas, Padang, Jumat (2/10/2026).

Gubernur Sumbar Mahyeldi yang menghadiri kegiatan bersama Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Yuni Moraza mengatakan, dukungan tersebut sangat penting mengingat UMKM merupakan salah satu penggerak utama perekonomian Sumbar.

"Hampir 750.000 UMKM di Sumatera Barat. Kalau satu UMKM satu keluarga, hampir 4 juta masyarakat kita bergerak di UMKM dari sekitar 6 juta penduduk Sumbar," ujar Mahyeldi.

Menurutnya, bencana tidak hanya berdampak terhadap infrastruktur, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya UMKM yang bergantung pada kelancaran transportasi dan pergerakan konsumen.

Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya memastikan akses transportasi tetap bergerak ketika terjadi bencana.

Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat di sepanjang jalur yang terdampak.

Mahyeldi mengapresiasi perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian UMKM yang tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga menghadirkan pelatihan dan pendampingan agar pelaku usaha dapat kembali bangkit dan berkembang.

Ia menegaskan, pemulihan UMKM tidak boleh berhenti pada kondisi sebelum bencana. Pelaku usaha harus didorong untuk naik kelas melalui peningkatan kualitas produk, kemasan, pengelolaan keuangan, digitalisasi pemasaran, perluasan pasar, jejaring kemitraan dan akses pembiayaan.

"Bukan hanya sekadar pulih sebagaimana sebelumnya, tapi bagaimana UMKM kita ini bisa naik kelas. Lebih kuat, lebih adaptif, mampu memanfaatkan digitalisasi dalam pemasaran dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas," katanyanext

Komentar