.
Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang, Ricky Januar Alexander menyampaikan, peralatan tersebut merupakan aset negara yang memiliki fungsi penting dalam mendukung sistem peringatan dini bencana banjir.
Ricky juga mendampingi proses pelaporan kejadian tersebut ke Polsek Kuranji agar kehilangan dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia menjelaskan bahwa meskipun peralatan tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan, statusnya tetap merupakan aset negara yang harus dijaga bersama.
Kehilangan komponen EWS Banjir berpotensi mengganggu fungsi sistem peringatan dini, khususnya dalam memberikan informasi kepada masyarakat apabila terjadi peningkatan debit air sungai yang dapat memicu banjir.
Kejadian ini menjadi perhatian serius karena EWS Banjir merupakan salah satu sarana penting dalam upaya mitigasi bencana di Kota Padang.
Keberadaan perangkat tersebut diharapkan mampu memberikan peringatan kepada masyarakat agar dapat meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah penyelamatan lebih awal ketika potensi banjir terjadi.
Masyarakat diimbau untuk ikut menjaga fasilitas kebencanaan yang telah dipasang di lingkungan masing-masing.
Apabila melihat aktivitas mencurigakan di sekitar perangkat EWS Banjir atau menemukan indikasi kerusakan maupun kehilangan komponen, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang.
Menjaga EWS Banjir adalah tanggung jawab bersama. Peralatan ini bukan sekadar fasilitas, melainkan bagian penting dari upaya melindungi keselamatan masyarakat dari ancaman bencana banjir. (dpg)


Komentar