Refleksi Sejarah Resolusi Jihad, Pemko Pariaman Peringati HSN ke-11

Metro- 22-10-2026 14:42
Wawako Pariaman, Mulyadi melepas balon saat peringatan Hari Santri Nasional ke-11 di kota itu, Kamis (22/10/2026). IST
Wawako Pariaman, Mulyadi melepas balon saat peringatan Hari Santri Nasional ke-11 di kota itu, Kamis (22/10/2026). IST

Pariaman, Arunala.com - Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-11 di Kota Pariaman berlangsung semarak dengan menggelar upacara pengibaran bendera dan penampilan Tari Samrah di halaman Balaikota Pariaman, Kamis (22/10/2026).

Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, yang bertindak sebagai inspektur upacara, menegaskan, peringatan ini merupakan bentuk pengakuan negara atas jasa besar ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

"Peringatan Hari Santri ini pengakuan terhadap kiprah ulama dan santri, yang tidak lepas dari Resolusi Jihad yang dikumandangkan Hadlaratus Syeikh KH. Hasyim Asy'ari, Rais Akbar Nahdlatul Ulama kala itu," katanya.

Menurut Mulyadi, momen bersejarah ini merupakan bentuk nyata pengakuan negara terhadap kontribusi besar para ulama dan santri dalam merebut, menjaga, hingga mengisi kemerdekaan Indonesia.

"Sejarah mencatat, Resolusi Jihad yang dimaklumatkan Hadratussyekh Kiai Haji Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945 telah membangkitkan semangat perjuangan umat Islam, ucap Mulyadi.

Semangat itu untuk mempertahankan kemerdekaan dan turut menggerakkan perlawanan rakyat yang mencapai puncaknya dalam peristiwa 10 November 1945, yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan.

"Peristiwa tersebut mengajarkan kepada kita bahwa santri bukan hanya penjaga nilai-nilai agama, melainkan juga bagian penting dari perjalanan bangsa," pungkasnya. (*/cpt)

Komentar