Penerapan KIP Harusnya Sudah ke Tahap Literasi

Metro- 30-11-2021 21:37
Ketua KI Jabar, Ijang Faisal saat memaparkan pelaksanaan KIP di Jabar kepada rombongan KI Sumbar, di Gedung Sate, Bandung, Selasa (30/11). (Dok : Arzil)
Ketua KI Jabar, Ijang Faisal saat memaparkan pelaksanaan KIP di Jabar kepada rombongan KI Sumbar, di Gedung Sate, Bandung, Selasa (30/11). (Dok : Arzil)

Penulis: Arzil

Bandung, Arunala - Hampir 11 tahun Keterbukaan Informasi Publik (KIP) sudah diundangkan pemerintah, namun penerapan UU ini oleh Badan Publik (BP) bisa dikatakan masih jauh dari harapan.

Kondisi ini hampir merata terjadi di berbagai provinsi di Indonesia, dimana komitmen KIP dari badan publik belum semuanya berjalan.

Gambaran itu setidaknya terungkap dari penjelasan Ketua Komisi Informasi (KI) Jawa Barat (Jabar), Ijang Faisal saat menerima kunjungan rombongan KI Sumbar dan para jurnalis dari FJKIP, di Gedung Sate, Bandung, Selasa (30/11).

Baca Juga

"Harusnya, penerapan KIP yang dilakukan KI tidak lagi bergerak pada tatanan sosialisasi, tapi sudah harus bergerak pada tahapan literasi," ungkap Ijang Faisal dalam pertemuan itu.

Menyinggung bagaimana penerapan KIP di Jabar, Ijang Faisal menyampaikan untuk hal itu, KI Jabar disupport oleh Gubernur Jabar, Ridwan Kamil sehingga hal itu tidak menimbulkan prasangka pilih kasih atau "anak emas" dari gubernur terhadap penerapan KIP.

"Jadi KIP berlaku penerapannya pada seluruh badan publik yang ada di provinsi ini, dan dengan adanya komitmen dari gubernur itu sehingga kami punya tagline "kalau bersih kenapa harus risih, kalau benar kenapa gemetaran"," tukas Ijang Faisal.

Dia juga menegaskan, salah satu indikator demokrasi itu adalah keterbukaan informasi publik, karena hal itu jadi ruh dalam pelayanan publik di Jabar.

Ijang Faisal menambahkan, pihaknya juga terpacu dengan KI Sumbar yang telah membentuk FJKIP."Awalnya kami di sini akan merencanakan membuat media online yang khusus mengelola soal KIP untuk Jabar dan seluruh Indonesia.

Ini selaras dengan satu tarikan nafas dari semangat keterbukaan informasi publik saat ini," kata Ijang Faisal.

Komentar