Ambang Batas Capres dan Cawapres Terus Diperdebatkan

Metro- 10-12-2021 21:08
Anggota DPD RI asal daerah pemilihan (Dapil) Sumbar, Alirman Sori
Anggota DPD RI asal daerah pemilihan (Dapil) Sumbar, Alirman Sori

Penulis: Arzil

Jakarta, Arunala - Anggota DPD RI, Alirman Sori menilai perjuangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan peduli demokrasi yang menggugat UU 7 Tahun 2017 tentang Pemilu ke Mahkamah konstitusi (MK) sejak tiga hari lalu dan Jumat siang (10/12) perlu mendapat respons.

Pasalnya, gugatan yang mereka sampaikan itu berkaitan dengan ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden dinilai bertentangan dengan UUD NRI Tahun 1945.

"Perjuangan yang dilakukan oleh kelompok peduli demokrasi atas nama keadilan itu mengatakan setiap warga negara mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi calon pimpinan nasional sebagai bentuk perwujudan kedaulatan rakyat yang tidak boleh dibatasi," ujar Alirman Sori melalui pesan WhatsApp-nya yang diterima Arunala.com , Jumat malam (10/12).

Baca Juga

Dirinya juga mengapresiasi langkah konstitusional yang dilakukan beberapa orang dengan cara mengajukan Judicial Review ke MK untuk menuntut keadilan demokrasi yang dinilai telah dirampas oleh UU Pemilu. Pentolan politisi Golkar ini menerangkan norma pasal 222 UU 7 Tahun 2017 dinilai bertentangan dengan pasal 6A ayat (2) UUD NRI Tahun 1945.

"Suatu keniscayaan, sebutnya, UU Pemilu terkait Capres dan Cawapres telah beberapa kali diuji ke MK selalu ditolak MK dengan alasan bahwa pengaturan PT di UU Pemilu adalah open legal policy artinya kewenangan mengatur PT menjadi wilayah politik hukum pembuat undang-undang DPR dan Pemerintah," sebut Alirman Sori lagi.

Menurut dia, peluang para penggugat untuk bisa menang di MK suatu keniscayaan. Pertanyaan yang mendasar adalah apakah MK mau menganulir keputusannya sendiri dalam pokok gugatan serupa yang pernah diajukan oleh penggugat sebelumnya, menjadi teka-teki yang sulit ditebak.

"Ada yang berpendapat gugatan ke MK akan sia-sia alias berpotensi ditolak. Bila bercermin dengan keputusan sebelumnya, harapan menang menunggu suatu keajaiban dan itu menjadi harapan kita semua," kata Alirman Sori.

Komentar