Pariaman Siap Terima Kedatangan KRI Teluk Ratai 509

Metro- 14-12-2021 15:43
Wali Kota Pariaman, Genius Umar saat menjamu Danlantamal II Padang, Laksamana Pertama TNI Endra Sulistiyono, beserta rombongan di ruang kerjanya, Selasa (14/12). (Dok : Istimewa)
Wali Kota Pariaman, Genius Umar saat menjamu Danlantamal II Padang, Laksamana Pertama TNI Endra Sulistiyono, beserta rombongan di ruang kerjanya, Selasa (14/12). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Pariaman, Arunala -- Wali Kota Pariaman, Genius Umar mendapat kunjungan dari Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) II Padang, Laksamana Pertama TNI Endra Sulistiyono bersama rombongan, di ruang kerjanya, Selasa siang (14/12).

Agenda kedatangan Danlantamal ini selain silaturahmi juga membahas beberapa hal terkait pembuatan Museum Bahari yang akan didirikan di kota itu.

"Kehadiran Danlantamal II Padang bersama rombongan itu terkait rencana pembangunan Museum Bahari, untuk eks Kapal KRI Teluk Ratai 509 yang akan hadir di Kota Pariaman ini," kata Genius Umar seusai pertemuan dengan Danlantamal II Padang tersebut.

Baca Juga

Dirinya sangat berharap dengan adanya kunjungan hari itu dapat memberikan hal terbaik untuk kemajuan Kota Pariaman.

Sejatinya, proses administrasi penghapusan aset BMN (Barang Milik Negara) eks kapal perang KRI Teluk Ratai 509 itu telah sampai di Kementerian Pertahanan, tinggal menunggu persetujuan dari pejabat terkait di kementerian itu

Bagi Pemko Pariaman, lanjut Genius Umar, telah menyiapkan anggaran untuk menarik KRI Teluk Ratai 509 yang akan dibawa ke Pariaman dengan cara towing (ditarik dengan kapal).

"Setelah proses administrasi penyerahan eks kapal perang ini selesai, maka akan segera membawa kapal tersebut, tentunya akan diperbaiki terlebih dahulu, agar sampai dengan baik ke Kota Pariaman nantinya," ungkapnya.

Dalam pertemuan dengan Danlantamal itu, Genius sekilas menceritakan bahwa Kota Pariaman dula adalah pangkalan besar TNI AL di Sumatera. Ketika Bukittinggi menjadi ibukota negara dimasa PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia).

"Tercatat dalam sejarah perjuangan ALRI pada masa kemerdekaan, Kota Pariaman punyai peran strategis, terutama saat PDRI di Bukittinggi periode 1946 --1949.Pariaman menjadi salah satu basis kekuatan perjuangan maritim rakyat Sumbar yang tergabung dalam Tentara Rakyat Indonesia Laut Sumatera Tengah atau Resimen ALRI, yang menjadi cikal bakal ALRI Pangkalan Besar Pariaman," terangnya.

Ia bercerita, pada agresi militer Belanda II, tentara Belanda berusaha merebut Pariaman dengan melakukan beberapa kali serangan. Meskipun serangan Belanda makin gencar, TNI AL kala itu tetap bertahan di posisinya masing-masing, salah satunya bunker yang terletak di Jalan Tugu Perjuangan, dekat kantor Pos Pariaman sekarang,

"Dalam bunker itu terdapat 36 orang yang terdiri dari TNI AL dan warga sipil. Dari pertempuran yang tak seimbang itu, 34 orang gugur dan hanya dua orang selamat. Para pejuang yang gugur itu kemudian dikebumikan di Taman Makam Pahlawan, Kusuma Bangsa, Rawang, Kota Pariaman, sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang telah gugur mempertahankan Kota Pariaman sebagai basis pertahanan TNI AL kala itu," tutur Genius.

Dengan adanya sejarah tersebut, Genius berharap, Kota Pariaman dapat menjadi Kota Maritim atau Kota Bahari yang ada di Indonesia, dan dengan dukungan dari Danlantamal II Padang dan jajaranya, kiranya hal ini dapat terwujud, apalagi kalau Museum Bahari, eks Kapal KRI Teluk Ratai 509 sudah berdiri nantinya, akan menambah eksistensi Kota Pariaman sebagai Kota Maritim atau Kota Bahari di Indonesia, kata Genius.

Komentar