Hari Nusantara, DKP Sumbar Peduli dan Berbagi

Metro- 22-12-2021 20:42
Kepala DKP Sumbar, Desniarti bersama pengurus dan anak Panti Asuhan Aisyah Muaro Panjalinan, Kota Padang dalam rangka Hari Nusantara ke-64, Rabu (22/12). (Dok : Istimewa)
Kepala DKP Sumbar, Desniarti bersama pengurus dan anak Panti Asuhan Aisyah Muaro Panjalinan, Kota Padang dalam rangka Hari Nusantara ke-64, Rabu (22/12). (Dok : Istimewa)

Penulis: Fajril

Padang, Arunala - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar memperingati Hari Nusantara ke-64, Rabu (22/12). Peringatan tersebut dalam bentuk kegiatan bersih pantai di Pantai Purus Kota Padang dan mengunjungi panti asuhan Aisyah Muaro Penjalinan Kototangah Padang.

Untuk aksi bersih pantai melibatkan UPT lingkup KKP, Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang serta Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang. Sementara mengunjungi panti asuhan melibatkan Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang.

"Melalui Hari Nusantara menyadarkan kita bahwa negara ini merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Potensi kelautan yang besar dapat dimanfaatkan sebagai sumber kesejahteraan masyarakat Indonesia dengan tetap memperhatikan kelestarian sumberdayanya," kata Kepala DKP, Desniarti.

Baca Juga

Kegiatan bersih pantai yang dilaksanakan pada peringatan Hari Nusantara ini, sebut Desniarti, sebagai salah satu bentuk kepedulian, bahwa pantai dan laut harus bersih dan sehat.

"Dengan demikian, sumber daya kelautan dan perikanan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan," ucapnya.

Berbagi dengan Panti Asuhan

Saat mengunjungi panti asuhan, Desniarti menekankan pentingnya mengonsumsi ikan untuk generasi penerus yang tangguh dan unggul.

"Tak hanya konsumsi ikan saja, kepada anak-anak agar rajin belajar dan beribadah sehingga nanti berhasil di tengah masyarakat," kata Desniarti kepada 35 anak Panti Asuhan Aisyah Muaro Penjalinan didominasi perempuan itu.

Pada kesempatan itu, Kadis DKP Sumbar Desniarti menyerahkan bingkisan aneka olahan ikan. Seperti bakso ikan, dimsum rendang ikan tuna, ikan tuna lado hijau, ikan teri kering, tuna steak segar, beras dan aneka cemilan.

Ke-35 anak panti yang hadir terlihat gembira. Ternyata masih banyak perhatian dari luar lingkungan panti yang peduli dengan keberadaan mereka. Bahkan secara khusus pimpinan pengurus panti memohon kepada kepala DKP Sumbar untuk bersedia memberikan pelatihan pengolahan ikan bagi anak-anak panti. Dengan harapan, selain mereka mampu mengolah ikan untuk konsumsi sendiri.

Pelatihan tersebut nantinya dapat dijadikan sebagai keterampilan anak-anak panti untuk membuka peluang usaha kuliner berbahan baku ikan.

Sekadar diketahui, Hari Nusantara berawal dari lahirnya Deklarasi Juanda, 13 Desember 1957. Kemudian Hari Nusantara Nasional ditetapkan sejak tahun 2001 melalui Keppres No 126 tahun 2001. Melalui Deklarasi Juanda Indonesia merajut dan mempersatukan kembali wilayah kepulauan dan lautannya yang luas menjadi kesatuan yang utuh dan berdaulat. (*)

Komentar