7 Meninggal serta 85 Orang Luka-luka

Metro- 25-02-2022 19:47
Beberapa orang murid salah satu SD di Pasbar saksikan kondisi sekolah mereka yang rusak akibat gempa yang terjadi di daerah mereka, Jumat pagi (25/2). (Dok : Istimewa)
Beberapa orang murid salah satu SD di Pasbar saksikan kondisi sekolah mereka yang rusak akibat gempa yang terjadi di daerah mereka, Jumat pagi (25/2). (Dok : Istimewa)

Penulis: Darizon Y

Jakarta, Arunala -- Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB terus memutakhirkan data terkini dampak gempa Magnitudo (M)6,1 yang berdampak pada beberapa wilayah di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pagi tadi (25/2), pukul 08.39 WIB.

Data sementara mencatat total jumlah korban meninggal mencapai tujuh orang.

Dari keterangan pres Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Pusdalops BNPB, Abdul Muhari yang diterima Arunala.com , menginformasikan pada Jumat (25/2) pukul 16.30 WIB, jumlah korban meninggal teridentifikasi 3 tiga orang di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), dan empat orang di Kabupaten Kabupaten Pasaman.

Baca Juga

"Sedangkan total korban luka-luka mencapai 85 orang, dengan rincian luka berat 10 orang dan luka ringan 50 orang di Pasbar, serta 25 orang di Pasaman," sebut Abdul Muhari.

Sedangkan pihak BPBD Kabupaten Pasaman, sebutnya, belum merinci kategori korban luka-luka yang dilaporkan ke Pusdalops BNPB. Gempa juga berdampak pada pengungsian warga.

"Hingga kini sebanyak 5.000 warga mengungsi di 35 titik. BPBD melaporkan sebaran titik pengungsian di Kecamatan Talamau, Kecamatan Pasaman dan Kinali. Petugas di lapangan masih mendata warga yang mengungsi," sambung Abdul Muhari.

Dia melanjutkan, saat ini petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, para personel organisasi maupun relawan dan warga masih memfokuskan pada pencarian, penyelamatan dan evakuasi serta pelayanan kepada warga terdampak.

Pascagempa M6,1 itu, terangnya, Pusdalops BNPB menerima laporan kejadian dua gempa susulan yang cukup signifikan dengan M5,0 pada pukul 11.02 WIB dan gempa M5,1 pukul 11.06 WIB.

Merespons gempa tersebut, imbuh Abdul Muhari, Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Suharyanto telah memerintahkan tim reaksi cepat (TRC) BNPB untuk melakukan kaji cepat situasi dan kebutuhan, serta memberikan pendampingan penanganan darurat di Sumbar.

"Kepala BNPB dan jajaran juga akan bertolak pada esok hari (Sabtu, red) untuk meninjau langsung lokasi terdampak dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk memastikan penanganan darurat berjalan efektif," pungkas Abdul Muhari. (*)

Komentar