DPRD Dharmaraya Gelar Paripurna Pemberhentian Jabatan Wabup

Metro- 02-03-2022 13:53
Ketua Komisi 1 bidang Pemerintahan DPRD Dharmasraya, Purwanto. (Foto : Rusdianto)
Ketua Komisi 1 bidang Pemerintahan DPRD Dharmasraya, Purwanto. (Foto : Rusdianto)

Penulis: anto

Dharmasraya, Arunala -- Rabu (2/3) ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Dharmasraya menggelar rapat paripurna pemberhentian jabatan Wakil Bupati secara resmi, setelah itu baru disusun tahapan selanjutnya.

Rapat diadakan agar roda pemerintahan tetap berjalan stabil dan maksimal, mengingat hampir 14 hari jabatan Wakil Bupati Dharmasraya itu kosong, pasca meninggalkannya Dasril Panin Dt Labuan beberapa hari lalu.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi 1 bidang Pemerintahan DPRD Dharmasraya, Purwanto kepada Arunala.com di DPRD setempat hari yang sama.

Baca Juga

"Hingga hari ini (Rabu, red) kami belum membahas atau mengapungkan sejumlah nama pengganti wabup, karena kami masih dalam suasana berduka. Dan alangkah tak eloknya di tengah masa berduka tersebut membahas hal-hal yang berhubungan dengan politik," kata Purwanto.

Menurutnya, walau pengganti wabup nantinya merupakan hak preoregatif partai pengusung yakni PDIP, Golkar, Hanura, Demokrat dan PKB, namun sekali lagi, hal itu tentu diserahkan kepada mekanisme partai. Setidaknya PDIP juga punya keinginan, begitupun dengan partai Golkar yang juga memiliki lima kursi di DPRD.

"Dulunya alm Dasril Panin Dt Labuan pernah jadi ketua PDIP Dharmasraya, namun dalam proses pencalonan saat pilkada 2019 dulu dan berpasangan dengan Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan, dan alm maju juga didukung Golkar. Sekali lagi, saya tegaskan hingga hari ini belum ada nama yang mengapung, begitupun dari partai pengusung juga belum ada usulan," ucap Purwanto.

Yang jelas, lanjut Purwanto, dalam menjalankan roda pemerintahan, harus ada wakil bupati. Hal itu dimaksudkan jika bupati berhalangan hadir, entah itu dinas ke luar daerah atau kendala lainnya, maka wabup lah yang memegang tampuk daerah terutama dalam mengawasi kinerja ASN.

"Artinya bupati butuh pendamping, sehingga prestasi daerah yang selama ini berhasil diraih bisa tetap dipertahankan bahkan melebihi," tukas Purwanto lagi.

Ditanya kinerja satu tahun kepemimpinan Sutan Riska di Dharmasraya ini bagaimana? Purwanto menjawab, tidak ada masalah.

Kinerja Sutan Riska cukup bagus, namun karena dilanda pendemi Covid-19, pemerintahan di kabupaten ini tidak bisa berjalan secara maksimal, tapi tetap konsen dan fokus dalam menjadikannya Kabupaten Dharmasraya menjadi jauh lebih baik lagi," pungkas Purwanto.

Komentar