Calon Penumpang Pesawat Wajib Patuhi Aturan PSBB

Ekonomi-330 hit 14-05-2020 19:50
Bandara Soetta penuh. (Dok : Reza/detik.com)
Bandara Soetta penuh. (Dok : Reza/detik.com)

Penulis: Darizon Y

Jakarta, Arunala - Menyikapi terjadinya situasi antrean di terminal Bandar Udara (Bandara) Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis pagi (14/5), pihak Angkasa Pura (AP) II mengimbau para calon penumpang agar tiba di Bandara 3 - 4 jam sebelum keberangkatan.

Selain itu calon penumpang sudah harus memiliki dokumen yang dipersyaratkan di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Hal itu dilakukan pihak AP II setelah pihaknya berkoordinasi dengan Gugus Tugas Nasional serta pihak Otoritas Bandara (Otban).

Baca Juga

"Adapun dokumen yang diverifikasi sebagai syarat agar calon penumpang dapat memproses check in antara lain tiket penerbangan, surat keterangan dinas, surat bebas COVID-19, dan dokumen lainnya sesuai yang tercantum dalam Surat Edaran No. 4/2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19 yang diterbitkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19," ucap Senior Manager of Branch Communication and Legal Febri Toga Simatupang dalam rilis AP II yang diterima Arunala.com , Kamis (14/5).

Febri juga menyampaikan pihak AP menginformasikan sempat terjadi kepadatan antrean di terminal 2 Bandara pada Kamis pagi yang terjadi ketika penumpukan 13 penerbangan pada pukul 6 hingga 7 pagi, dan kondisi itu berlangsung hingga jam 8 pagi.

"Setengah jam kemudian atau 08.30 situasi terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta sudah sangat terkendali dan tidak ada kepadatan," terang Febri.

Sementara itu, pihak Otban Bandara Soetta mengaku setelah lakukan koordinasi dengan pihak Gugus Tugas Nasional dan AP II, lalu mengambil kebijakan. Dimana maskapai penerbangan akan ditegur apabila melakukan penjualan tiket melalui online.

"Pengendalian jam penerbangan diterapkan untuk menghindari penumpukan melalui pembatasan pergerakan per jam. Pihak otoritas bandara juga akan menurunkan satuan tugas untuk memperketat pengawasan di lapangan, seperti penerapan physical maupun social distancing, serta penggunaan masker," sebut pihak Otban.

Di samping itu, pihak penyedia layanan penerbangan harus mematuhi ketentuan bahwa penjualan tiket penumpang dengan persentase 50% dari kapasitas jumlah kursi penumpang di pesawat. Selanjutnya, pihak AP II akan membuat penunjuk arah atau penanda menuju Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di bandara. (rel)

Komentar