Sengketa PKN-RI dengan Dua Pemnag Berakhir Damai

Metro- 30-03-2022 11:39
Komisioner KI Sumbar, Tanti Endang Lestari berhasil damaikan dua pihak yang bersengketa terkait informasi publik, di Tanahdatar, Selasa (20/3) kemarin. (Dok : Istimewa)
Komisioner KI Sumbar, Tanti Endang Lestari berhasil damaikan dua pihak yang bersengketa terkait informasi publik, di Tanahdatar, Selasa (20/3) kemarin. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Dua dari tiga sidang sengketa informasi publik (SIP) yang digelar Komisi Informasi (KI) Sumbar dalam tiga hari ini, berakhir damai, sementara satu sidang SIP lagi hingga berita ini diturunkan masih berlangsung.

Tiga sidang SIP yang digelar KI Sumbar dengan hari berbeda itu dilaksanakan di ruang sidang Bawaslu Tanahdatar, dan Rabu (30/3) ini, agenda sidang terakhir yang digelar antara Perkumpulan Pemantau Kekayaan Negara Republik Indonesia (PKN-RI) Cabang Tanahdatar (pemohon) dengan PPID Utama di kabupaten itu selaku pihak termohon.

Sementara dari dua sidang SIP yang sudah digelar, dengan pemohon PKN-RI dan termohon Pemerintahan Nagari (Pemnag) Buo dan Atar berhasil dengan kesepakatan damai pada mediasi, yang dipimpin majelis komisioner Tanti Endang Lestari, Selasa (29/3).

Baca Juga

Berakhir damainya SIP antara PKN-RI dengan dua pemerintahan nagari itu diapresiasi Ketua KI Sumbar, Nofal Wiska dan majelis komisioner yang lainnya.

"Tanti selaku mediator dari dua sidang SIP itu, nyatanya bisa menyelesaikannya dengan kesepakatan damai para pihak yang bersengketa, dan itu kami apresiasi," kata Nofal Wiska saat dihubungi Arunala.com , Rabu (30/3).

Nofal menyampaikan, sengketa informasi publik yang di sidangkan KI Sumbar itu terkait keuangan nagari dan dana Covid-19 tahun 2020.

Sedangkan Tanti Endang Lestari menyebutkan, persoalan muncul dari dua belah pihak yakni menyangkut data yang diminta pemohon terkait klasifikasi Informasi Publik Berkala.

"Setelah melalui rangkaian sidang sengketa, ternyata kedua pihak sama-sama mengakui tidak memahami tentang pengelolaan Keterbukaan Informasi Publik, sehingga kedua pihak sepakat damai," ujar Tanti.

Sementara, komisioner KI Sumbar bidang Penyelesaian Sengketa Informasi Publik, Adrian Tuswandi mengakui kepiawaian Tanti Endang Lestari sebagai mediator dan semangat para pihak untuk menyelesaikan sengketa informasi dengan cara mediasi.

"Tanti sangat paham dengan fungsi mediator dan mampu memberikan ruang untuk perdamaian. Para pihak juga menyadari dengan komunikasi yang baik tidak ada sengketa yang tak bisa diselesaikan," ujar Adrian Tuswandi.

Dia menyebut, mediasi merupakan cara untuk mempercepat proses penyelesaian sengketa informasi publik. "Dan hebatnya kesepakatan damai itu langsung berkekuatan hukum tetap," kata Adrian Tuswandi lagi.

Komentar