Tim Satgas Gabungan Sita Kursi dan Tikar Pedagang Makanan

Metro-684 hit 17-05-2020 20:30
Terlihat tim Satgas gabungan lakukan penertiban pada pedagang yang masih layani konsumen di tempatnya, Sabtu malam (16/5). (Dok : Istimewa)
Terlihat tim Satgas gabungan lakukan penertiban pada pedagang yang masih layani konsumen di tempatnya, Sabtu malam (16/5). (Dok : Istimewa)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Solok, Arunala - Tim gabungan yang terdiri Satgas Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan tim SK4 Kota Solok serta Satpol PP Sumbar, menyita sejumlah kursi yang digunakan pedagang melayani pesanan makan di tempat, Sabtu malam (16/5).

Kasat Pol PP Kota Solok Ori Affilo, mengatakan penertiban yang dilakukan itu tim berkaitan dengan pelaksanaan PSBB yang dilakukan Kota Solok.

"Kami tidak bisa melarang masyarakat berbelanja. Tapi, caranya yang harus kami siasati. Di antaranya, tidak melayani pembeli di tempat, tapi harus dibungkus dan dibawa pulang. Kemudian, mentaati jam malam sampai pukul 22.00 . Lalu, melengkapi diri dengan masker, serta mematuhi jarak sosial atau social distancing," ujarnya.

Baca Juga

Dia mengaku penertiban itu untuk mencegah para pedagang dan masyarakat berkumpul. Ini dilakukan untuk meminimalisir potensi penyebaran dan penularan Covid-19 di Kota Solok.

Dalam penertiban itu, Ori Affilo menyatakan pihaknya pun melakukan sosialisasi dan pemahaman kepada para pedagang. Ini dilakukan untuk meminimalisir potensi penyebaran dan penularan Covid-19 di Kota Solok.

"Bagi yang tetap melayani pembeli di tempat, kami lakukan tindakan tegas dengan menyita kursi-kursi dan tikar yang digunakan pedagang yang berjualan," tugas Ori Affilo.

Ori menyebutkan penertiban yang dilakukan tim Satgas gabungan itu yakni di kawasan Pasaraya Solok, Jalan Pandan, Air Mati, VI Suku, hingga Tanah Garam. Dalam penertiban itu, didapati masih banyaknya masyarakat yang berkumpul di sejumlah titik.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Solok Reinier, melepas tim Satuan Tugas (Satgas) Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) gabungan dari Tim SK4 Kota Solok dan Polisi Pamong Praja Provinsi Sumatera Barat, di Halaman Balaikota Solok, pada Sabtu malam itu.

Tim Satgas ini beranggotakan personel Polda Sumbar, Denpom Sumbar, TNI AD, TNI AL, TNI AU, Satpol PP Sumbar. Turut hadir, Kepala Satpol PP Sumbar Dedy Diantolani, Kasdim 0309 /Solok Mayor Inf Hendra Bagus Arioko, Kapolsek Solok Kota AKP Isburman, Kasat Pol PP Kota Solok Ori Affilo, serta pejabat lainnya.

Tim tersebut, akan bertugas menegakkan PSBB di Kota Solok guna tetap menjaga Zona Hijau Kota Solok yang sampai saat ini masih Zero kasus Covid-19.

Reinier dalam arahannya mengatakan, kegiatan ini membuktikan keseriusan Pemko Solok dalam penanganan Covid-19.

"Meski Kota Solok masih dalam kategori "zona hijau", atau tanpa adanya pasien positif Covid-19, kewaspadaan tetap harus dijaga," ujar Reinier.

Meski begitu, dia menyatakan Kota Solok masih jauh dari kesempurnaan. Menjadi daerah perlintasan, menjadi tantangan tersendiri bagi kami Pemerintah Kota Solok.

"Karena itu, kami mewanti-wanti dalam penyebaran virus Covid-19, Kota Solok sangat riskan. Kami selama ini telah terapkan PSBB yang ketat. Salah satunya membentuk Satgas-Satgas," ungkap Wawako Reinier.

Komentar