Rahmang: Edukasi Penanggulangan Bencana Harus Sering Disosialisasikan

Metro- 26-04-2022 21:39
Wabup Rahmang memeriksa kondisi peralatan kebencanaan saat peringatan HKB 2022 tingkat Kabupaten Padangpariaman, Selasa (26/4). (Dok : Istimewa)
Wabup Rahmang memeriksa kondisi peralatan kebencanaan saat peringatan HKB 2022 tingkat Kabupaten Padangpariaman, Selasa (26/4). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padangpariaman, Arunala - Wakil Bupati Padangpariaman, Rahmang meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten itu beserta instansi terkait lainnya seperti TNI/Polri dan Instansi pemangku kebencanaan lainnya agar selalu sosialisasikan mitigasi bencana pada masyarakat.

"Penanganan bencana merupakan tanggungjawab semua pihak, sehingga ini akan menjadi Padangpariaman Tangguh Bencana," kata Rahmang dalam rakor penanggulangan bencana untuk Kabupaten Padangpariaman, Selasa (26/4).

Rakor ini berkaitan dengan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2022 tingkat kabupaten, yang dihadiri camat dan wali nagari, pemangku kebencanaan.

Baca Juga

Rahmang menyebutkan, mewujudkan Padangpariaman Tangguh Bencana dimulai dari pembangunan Keluarga tangguh bencana, Nagari Tangguh Bencana harus melalui kerjasama dan kolaborasi yang kuat dari seluruh pemangku kebencanaan yang hebat.

Dalam rangkaian peringatan HKB ini, juga digelar apel siaga pasukan dan pemeriksaan peralatan, serta simulasi.

Terkait apel siaga, Rahmang berharap hal itu bisa meningkatkan kesiapsiagaan Padangpariaman dalam rangka menghadapi ancaman bencana.

Selain itu, lanjutnya, dapat dilakukan inventarisir kekuatan dan kapasitas masing-masing elemen penanggulangan bencana yang ada di Padangpariaman, dalam upaya persiapan penanggulangan bencana yang berisiko mengancam Padangpariaman.

Adapun simulasi penanggulangan bencana yang dilakukan berupa evakuasi mandiri terhadap bencana gempa pada bangunan gedung bertingkat, yang dipusatkan di gedung kantor bupati.

Simulasi ini juga dimaksudkan untuk mengedukasi semua ASN yang ada di kantor bupati untuk memahami langkah dan prosedur penyelamatan evakuasi mandiri di gedung bertingkat.

Untuk hal ini, Rahmang mengapresiasi ide pelaksanaan simulasi itu.

"Saya berharap ending simulasi akan menjadi sebuah SOP dalam evakuasi mandiri jika terjadi gempa bumi khusus di gedung kantor bupati, dan pada akhirnya juga akan digelar nantinya di gedung pemerintahan lainnya di Padangpariaman," kata Rahmang.

Sementara, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Padangpariaman, Budi Mulya menyampaikan tanpa dukungan semua pihak, BPBD bukanlah apa apa.

"Kepada seluruh pemangku kebencanaan yang ada di Padangpariaman, mulai dari TNI/Polri, BMKG Padangpanjang, Basarnas, PMI, Tagana, Pemuda Pancasila, KNPI, Pramuka, camat, wali nagari dan semua yang terlibat, saya ucapkan terima kasih banyak, ini menunjukkan semua pihak masih sangat peduli dalam kesiapsiagaan bencana di Padangpariaman," kata Budi Mulya.

Komentar