Beli di Salah Satu SPBU Padang, Lima Pelaku Digaruk Polda Sumbar

Metro- 08-06-2022 18:22
Jerigen berisi BBM subsidi jenis Bio Solar di atas truk yang diamankan Polda Sumbar, Selasa (8/6) kemarin. (Foto : Derizon)
Jerigen berisi BBM subsidi jenis Bio Solar di atas truk yang diamankan Polda Sumbar, Selasa (8/6) kemarin. (Foto : Derizon)

Penulis: Darizon Y

Padang, Arunala - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Krimsus) Polda Sumbar menangkap lima orang pelaku penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Bio Solar di Padang.

"Mereka yang ditangkap polisi yakni, insial "Y" (60), "RJ (31) "R" (31), "E" (50), "R A" (19). Dua orang sebagai pemodal yakni "E dan "RA"," kata Kabidhumas Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto kepada Arunala.com diPadang, Rabu (8/6).

Menurutnya, penangkapan ini berdasarkan informasi masyarakat ada mobil beli BBM subsidi jenis Bio Solar di salah satu SPBU yang ada di jalur lintas Padang-Indarung, Kota Padang.

Baca Juga

"Personel Ditkrimsus Polda Sumbar pada Selasa (6/6) menuju lokasi, terlihat ada dua unit truk tongkan antrean di salah satu SPBU isi BBM subsidi jenis Bio Solar," ujar dia.

Setelah kedua mobil tersebut keluar, lanjut Satake, petugas membuntuti, kedua mobil truk tersebut masuk ke arah terminal truk Koto Lalang, Kota Padang dan melakukan pembongkaran BBM di sebuah gudang. BBM dipindahkan ke jerigen oleh pelaku.

"Saat itulah petugas menggerebek para pelaku di lokasi tersebut," pungkas dia.

Satake menambahkan, pelaku melakukan aksinya dengan memodifikasi tangki.

"Dari pengerebekan tersebut, petugas menangkap lima orang pelaku serta mengamankan barang bukti berupa 35 jerigen kapasitas 33 liter berisi BBM subsidi jenis Bio Solar, 16 jerigen kapasitas 35 liter berisi BBM subsidi jenis Bio Solar," ungkap dia.

Selain itu, lanjut Satake, polisi juga menahan dua unit truk tongkan dan satu unit mobil merk Toyota Avanza Nopol BA 1659 QH.

"Pelaku jerat Pasal 55 UU Nomo 22 tahun 2021 tentang minyak dan gas bumi dirubah pada Pasal 40 angka 9 UU Nomor 11 Tentang Ciptaker Jo Pasal 55 ayat 1 KUHPidana dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun dan denda Rp60 miliar," jelas Satake.

Dia menambahkan, Polda Sumbar tetap melakukan penindakan terhadap pelaku. Sehingga, ketersedian BBM jenis solar subsidi tetap stabil di lapangan.

"Dan akan kami lakukan (penindakan) sehingga kemudian distribusi peruntukan BBM subsidi bisa diberikan ke masyarakat yang butuh subsidi," kata Satake.

Komentar