RSUP M Djamil Bertekad Tingkatkan Kompetensi SDM Nakes

Metro- 27-06-2022 08:43
RSUP M Djamil Padang. (Dok : Istimewa)
RSUP M Djamil Padang. (Dok : Istimewa)

Penulis: Fajril

Padang, Arunala - RSUP M Djamil Padang baru saja memperoleh Sertifikat Akreditasi A dalam tata kelola penyelengaraan pendidikan dan pelatihan.

Penghargaan tersebut memiliki nilai dan arti penting serta torehan sejarah bagi rumah sakit rujukan tingkat Nasional wilayah bagian tengah Sumatera ini.

Pasalnya, sejak RSUP M Djamil Padang berdiri tahun 1956 lalu, baru kali pertama memperoleh Sertifikat Akreditasi A.

Baca Juga

Dengan akreditasi tersebut, RSUP M Djamil dapat menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan (nakes) untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) kesehatan.

"Persiapan untuk mendapatkan lulus akreditasi diklat ini cukup panjang dan melelahkan. Hingga akhirnya dinyatakan tersertifikasi sebagai institusi penyelenggara pendidikan dan pelatihan kesehatan dengan akreditasi A. Dengan telah diserahkan Sertifikat Akreditasi A, semua civitas hospitalia RSUP Dr M Djamil Padang harus terus menerus mengawal agar harapan sumber daya manusia kesehatan yang andal, profesional, kompeten, ramah santun dapat diwujudkan," kata Direktur Umum, SDM dan Pendidikan RSUP M Djamil Padang, Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM, kepada Arunala.com , Senin (27/6).

Setelah raihan Sertifikat Akreditasi A ini, sebut Dovy, RSUP M Djamil Padang akan menerjemahkan program dari Kementerian Kesehatan RI sendiri. Yakni, center of excellent, rumah sakit berbasis riset dalam rangka meningkatkan mutu layanan kesehatan.

"Dalam hal rumah sakit berbasis riset ini, RSUP M Djamil Padang telah memiliki inovasi BIGStar. Inovasi ini sendiri merupakan bank data RSUP Dr M Djamil yang merangkum ekstraksi data rekam medis yang dimaknai ke dalam variabel-variabel penelitian. Sehingga, dapat dimanfaatkan oleh peneliti baik internal maupun eksternal dalam melakukan penelitian. Jadi, para peneliti dalam mengumpulkan data cukup mengakses BIGStar tanpa perlu mengakses dokumen medis secara langsung," tutur Dovy.

Keunggulan BIGStar yakni data yang tersedia dalam jumlah besar hingga ribuan set. Penyediaan data tinggal ekstraksi via download data pada dashboard.

"Dan, ekstraksi data cepat dan tepat serta tidak perlu mengakses dokumen medis secara langsung (dokumen medis rahasia)," paparnya seraya mengatakan inovasi BIGStar ini sudah terdaftar dalam Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Bahkan, sudah terpublikasi di 10 publikasi internasional tahun 2021. Kemudian, berafiliasi dengan institusi pendidikan atau Academic Health System/AHS dan mengampu rumah sakit-rumah sakit di wilayah kerja.

"Untuk RSUP M Djamil sendiri akan mengampu rumah sakit wilayah bagian tengah Sumatera (Sumbar, Riau, Kepri, Jambi dan Bengkulu). Salah satunya, dengan mengadakan pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia kesehatan," tutur Ketua Perkumpulan Obstetri Ginekologi Indonesia (POGI) Sumbar ini.

Tidak sekadar program Kemenkes itu saja. Dovy mengatakan RSUP M Djamil juga menjalankan enam pilar transformasi kesehatan Kemenkes. Di antaranya, pelayanan kesehatan rujukan tingkat pertama, pelayanan kesehatan rujukan, ketahanan nasional.

Selanjutnya, pembiayaan kesehatan, transformasi sumber daya manusia kesehatan dan digitalisasi.

"Kami berharap ke depannya, bisa menjadikan RSUP M Djamil salah satu rumah sakit vertikal yang bisa mewujudkan ke empat program Kemenkes. Tentunya melalui enam pilar transformasi kesehatan," harap Dovy seraya mengatakan dalam mewujudkan tersebut tentunya pihaknya melibatkan pemerintah daerah terkhususnya dinas kesehatan.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan Kemenkes RI drg Arianti Anaya MKM menyerahkan Sertifikat Akreditasi A dalam tata kelola penyelengaraan pendidikan dan pelatihan kepada Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Yusirwan SpB SpBA (K) MARS dan disaksikan Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy, di Aula Lantai 4 Gedung Adminitrasi dan Rawat Jalan RSUP Dr M Djamil, Sabtu (25/6).

Dirjen Tenaga Kesehatan Kemenkes RI drg Arianti Anaya MKM mengatakan ada tiga permasalahan kesehatan yang saat ini dihadapi. Yaitu jumlah yang belum mencukupi, distribusi yang tidak merata, dan kualitas tenaga kesehatan yang masih di bawah standar yang diharapkan.

"Maka dari itu, penting dilakukan peningkatan mutu melalui pelatihan-pelatihan kesehatan. Dengan adanya Akreditasi A ini, nantinya pelatihan dan peningkatan mutu tersebut dapat diselenggarakan langsung di RSUP M Djamil Padang," harapnya.

Meski begitu, sebagai pengampu wilayah Sumbar, Riau, Kepri, Jambi dan Bengkulu, RSUP M Djamil tentu mempunyai tantangan besar dalam meningkatkan mutu dan kompetensi tenaga kesehatan.

"Terutama dalam penyelenggaraan pelatihan kesehatan yang terakreditasi," lanjutnya. (*)

Komentar