SMK 2 Bukittinggi Sampaikan Aspirasi ke Ismet Amziz

Edukasi- 26-06-2022 07:45
Anggota DPRD Sumbar, Ismet Amziz saat lakukan reses perorangan ke SMK 2 Bukittinggi, Sabtu (25/6). (Dok : Istimewa)
Anggota DPRD Sumbar, Ismet Amziz saat lakukan reses perorangan ke SMK 2 Bukittinggi, Sabtu (25/6). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Bukittinggi, Arunala - Anggota DPRD Sumbar, Ismet Amziz menegaskan, di era digitalisasi ini, generasi muda perlu diawasi, sebab jika tidak, maka akan berdampak buruk bagi mereka.

Ini disampaikan Ismet Amziz dihadapan para majelis guru dan yang ada di SMK Negeri 2 Bukittinggi, Sabtu, (25/6).

Hadirnya politisi Demokrat ini di sekolah itu dalam rangka menjalankan masa reses perorangan ke daerah pemilihannya.

Baca Juga

"Jadi, tugas para pendidiklah, khususnya di SMK Negeri 2 Bukittinggi ini untuk menghindari generasi muda agar tidak salah arah dalam menghadapi era globalisasi tersebut," kata Ismet Amziz saat itu.

Dirinya menambahkan, saat ini SMK Negeri 2 Bukittinggi tidak ketinggalan dengan lembaga pendidikan lainnya, karena disini adanya keseimbangan antara kecerdasan antara ilmu pengetahuan dan kecerdasan dalam akidah.

Kecerdasan akidah, lanjut Ismet Amzis, merupakan hal yang menjadi perhatian bersama.

"SMK Negeri 2 Bukittinggi yang memiliki delapan jurusan, harus diseimbangkan antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan spritual," tukas Ismet Amziz lagi.

Pada momen jemput aspirasi tersebut, terdapat sejumlah usulan dan keluhan yang disampaikan majelis guru.

Diantaranya permasalahan minimnya peralatan Labor Bahasa Inggris, permasalahan ketersediaan air bersih, proyek drainase di jalan perintis yang mengganggu arus lalu lintas, belum ada coran lapangan upacara di Kampus II Ranjau itu.

Saat sesi tanya jawab, Wakil Kepala Bidang Sarana, Sutomo menyampaikan keluhnya atas minimnya ketersediaan air bersih khususnya di SMKN 2 Kampus II Ranjau.

"Saat ini sumber air diperoleh dari air hujan, membeli air dan dari PDAM. Kami berharap, permasalahan ini jadi perhatian khusus dari pak anggota dewan," ucap Sutomo.

Di samping itu, sambung Sutomo, fasilitas Labor Boga yang berada di Kampus II Ranjau cukup besar, namun sekolah kesulitan dalam pengolahan limbah karena minimnya pasokan air.

Salah seorang guru SMKN 2, Izra menambahkan, proyek peningkatan drainase di sepanjang jalan perintis juga berpengaruh kepada pendidikan, karena menganggu kelancaran arus lalu lintas.

"Lapangan bola basket di Ranjau belum ada dan yang berada di pasar bawah juga tidak maksimal. Kami berharap dibangun lapangan bola basket di Ranjau yang juga dapat digunakan untuk upacara karena saat ini upacara di atas rumput," tuturnya.

Kepala SMKN 2 Bukittinggi, Meri Desna menambahkan, saat ini sekolahnya masih membutuhkan kelengkapan sarana prasarana dan fasilitas untuk mendukung proses belajar mengajar di delapan Prodi yang tersedia, seperti musala, pagar, sumur bor, lapangan, dan labor Bahasa Inggris.

Berbagai masukan dan usulan pihak SMK Negeri 2 Bukittinggi itu, Ismet Amzis kemudian menampungnya, dan nanti akan dibahas dan dikaji kembali di DPRD Sumbar. (*)

Komentar