Jaga Kelestarian Maninjau dengan Budidaya Udang Vaname

Ekonomi- 20-09-2022 16:08
Kadis Kelautan dan Perikanan Sumbar Dr Ir Desniarti MM bersama saat pelatihan budidaya udang vaname air tawar di Koto Kaciak Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam. (Dok : Istimewa)
Kadis Kelautan dan Perikanan Sumbar Dr Ir Desniarti MM bersama saat pelatihan budidaya udang vaname air tawar di Koto Kaciak Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam. (Dok : Istimewa)

Penulis: Fajril

Agam, Arunala - Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar memberikan pelatihan budidaya udang vaname air tawar di Koto Kaciak Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam, Selasa (20/9), dan Rabu (21/9).

Kegiatan pelatihan yang dibuka Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Dr Ir Desniarti MM ini untuk menjaga kelestarian Danau Maninjau.

"Budidaya udang vaname air tawar ini merupakan salah satu upaya alternatif usaha untuk mengurangi kegiatan budidaya keramba jaring apung (KJA) Danau Maninjau," kata Desniarti saat membuka pelatihan.

Baca Juga

Pelatihan tersebut diikuti oleh 40 peserta. Terdiri dari kelompok penerima paket budidaya udang vaname air tawar dan petugas pendukung pelaksanaan kegiatan.

Pelatihan itu dilaksanakan melalui pokir anggota DPRD Sumbar, (alm) Rinaldi. Pokir almarhum dialokasikan ke DKP Sumbar sebagai wujud kepedulian terhadap program Save Maninjau, yang jadi salah satu prioritas utama bagi Pemkab Agam.

Narasumber pelatihan tersebut yakni Madhfud selaku pelaku usaha udang vaname air tawar yang sudah berhasil mengembangkan inovasi budidaya vaname air tawar atau salinitas nol di Lampung serta Sutisna Purnomo dari Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP).

Desniarti mengatakan dengan berhasilnya nanti usaha budidaya udang vaname air tawar ini pembudidaya KJA yang ada di Danau Maninjau dapat mengalihkan usahanya.

"Dikarenakan memiliki nilai ekonomis yang tinggi, waktu pemeliharaan yang tidak terlalu lama dan permintaan.pasar yang tinggi. Dan diharapkan juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tutur Desniarti.

Ia berharap peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik dan nantinya melakukan usaha ini dengan sungguh-sungguh dan adanya kerjasama dan pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas dalam memelihara udang vaname ini nantinya.

"Ke depan usaha budidaya vaname air tawar ini bisa berkembang di Sumbar khususnya di daerah yang tidak memiliki laut atau jauh dari laut," harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam, Rosva Deswira, memberikan respons positif atas pelatihan ini. Pelatihan budidaya ini diharapkan menjadi contoh agar kelestarian Danau Maninjau bisa terjaga.

"Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan nanti bisa memberikan percontohan pada pembudidaya ikan KJA yang lain untuk mengalihkan usahanya keluar perairan Danau Maninjau. Dengan harapan pencemaran Danau Maninjau akibat perairan yang terlalu subur oleh tumpukan sisa pakan dan kotoran ikan yang kini sudah menjadi isu nasional secara bertahap bisa berkurang," harapnya.

Komentar