Alirman Sori Minta Kapolri Usut Tuntas Penyebab Kerusuhan

Metro- 02-10-2022 13:04
Anggota DPD/MPR RI asal Sumbar, Alirman Sori. (Dok : Istimewa)
Anggota DPD/MPR RI asal Sumbar, Alirman Sori. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Jakarta, Arunala - Kerusuhan yang menewaskan sekitar 129 orang yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu malam (1/10), dianggap sebuah tragedi dalam dunia olahraga Indonesia.

Kejadian tragis ini mengundang perhatian anggota DPD/MPR RI, Alirman Sori, dan mendesak Kapolri untuk mengusut tuntas kerusuhan yang terjadi di Stasion Kanjuruhan Kapanjen, pasca pertandingan Arema FC dengan Persebaya malam itu.

"Kerusuhan kemanusiaan ini harus diusut tuntas sampai akar-akarnya. Jumlah 129 orang yang tewas akibat kerusuhan sungguh sangat menyedihkan, Kapolri harus turun tangan untuk menyelesaikan persoalan ini, karena ini adalah tragedi kemanusiaan yang jumlahnya cukup banyak," kata Alirman Sori melalui pesan WhatsApp-nya yang diterima Arunala.com , Minggu (2/10).

Baca Juga

Alirman Sori menyatakan banyaknya korban yang tewas, mesti dipastikan penyebabnya apakah karena adu fisik atau karena faktor lain, misalnya dampak dari tembakan gas air mata, dan penyebab tewas harus clear and clean, sehingga tidak menimbulkan kesalahan dalam mengambil tindakan hukum atas peristiwa kerusuhan tersebut.

Alirman Sori, meminta semua pihak untuk dapat menahan diri dan tidak melakukan spekulasi atas peristiwa yang terjadi, tapi aparat penegak hukum (Kepolisian) harus membuka secara transparan penyebab utama jatuhnya korban meninggal dunia. Jangan sampai ada yang ditutupi penyebab banyaknya orang yang tewas.

"Ungkap secara terbuka penyebabnya, karena dapat diduga kuat pasti ada aktor intelektual yang memulai kerusuhan. Siapa dia harus diungkap," tegas Alirman Sori senator asal Sumbar ini.

Alirman Sori juga menyinggung adanya penggunaan gas air mata dalam penanganan kerusuhan di stadion itu.

Pasalnya menurut dia, dalam aturan FIFA, penggunaan gas untuk mengendalikan massa dilarang. Alirman Sori mengutip larangan FIFA atas penggunaan gas air mata di lapangan. Ini tertuang dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations. Pada pasal 19 b) tertulis, 'No firearms or "crowd control gas" shall be carried or used'.

"Bunyi aturan ini intinya senjata api atau gas untuk mengontrol kerumunan dilarang dibawa serta digunakan," tukas Alirman Sori.

Atas tragedi ini, senator Alirman Sori, mendesak semua pihak yang terkait dalam pengambilan kebijakan harus bertanggungjawab. Dan sangat disayangkan deteksi dini untuk mencegah kerusuhan massal di lapangan gagal.

"Mestinya sikap antisipatif harus dilakukan, karena hampir setiap iven laga tanding bola kaki terjadi tawuran antar supporter. Mestinya panitia dan aparat keamanan siaga penuh. Pengalaman pahit dan bisa menimbulkan public distrust atas peristiwa ini," ungkap Alirman Sori lagi.

Persepakbolaan Indonesia, menurutnya, harus lakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan kegiatan persepakbolaan. Mulai dari perencanaan, program, kegiatan, pelaksanaan harus dievaluasi.

Peristiwa kerusuhan dalam pertandingan bola kaki, bukan peristiwa pertama kali, tapi berulang kali terjadi, tetapi kali ini menimbulkan jumlah korban tewas yang luar biasa.

"PSSI sebagai institusi teknis harus evaluasi diri atas peristiwa ini, pungkas Alirman Sori.

Komentar