Kamis Ini Bawaslu Bacakan Kesimpulan Laporan

Metro- 11-01-2023 22:49
Anggota majelis sidang, Elly Yanti memeriksa dokumen pelapor Hanafi Zain saat sidang pembuktian di Bawaslu Sumbar, Rabu (11/1).
Anggota majelis sidang, Elly Yanti memeriksa dokumen pelapor Hanafi Zain saat sidang pembuktian di Bawaslu Sumbar, Rabu (11/1).

Penulis: Arzil

Padang, Arunala.com - Sidang dugaan pelanggaran administrasi pemilu pencalonan anggota DPD RI dari Sumbar, yang dilaporkan Hanafi Zain ke Bawaslu Sumbar, terus berjalan.

Pada Rabu (11/1), sidang yang menjadikan KPU Sumbar sebagai terlapor, memasuki agenda pembuktian.

Anggota Bawaslu Sumbar, Ely Yanti yang juga jadi salah satu majelis sidang menyebutkan, sidang yang dilaksanakan hari ini (Rabu, red) merupakan sidang lanjutan dari registrasi laporan 002 atas nama Hanafi Zain dengan agenda penyampaian bukti laporan dan penyampaian data saksi baik dari pihak pelapor maupun terlapor.

Baca Juga

"Dalam sidang siang tadi, ada sembilan bukti yang disampaikan pelapor dan enam bukti yang diajukan oleh terlapor," kata Ely Yanti saat ditemui Arunala.com di ruang kerjanya setelah persidangan.

Kemudian dalam sidang beragendakan pembuktian itu, pelapor juga membawa tiga orang saksi awalnya.

Namun yang bisa diambil kesaksiannya hanya dua orang yakni LO dan operatornya, yang satu orang saksi lagi merupakan istri dari pelapor.

"Karena dalam hukum ada hubungan pertalian dengan pelapor maka saksi ini tidak bisa disumpah untuk diambil kesaksiannya dalam persidangan tersebut," ulas Ely Yanti.

Sedangkan dari pihak terlapor (KPU Sumbar, red), Ely Yanti menerangkan, hadir Ketua Yanuk Sri Mulyani, dua komisioner KPU masing-masing Amnasmen dan Izwaryani, Sekretaris KPU Firman, serta membawa dua saksi yakni Kasubag Teknis dan seorang staf dari divisi teknis.

Ditanya apa saja yang ditanyakan majelis sidang dalam persidangan itu?

Ely Yanti menjawab semuanya berkaitan atas laporan pelapor menyangkut dugaan pelanggaran administrasi pencalonan anggota DPD RI.

Sedikit dijelaskan Ely Yanti, dalam sidang itu para pihak tentunya mengemukakan dalilnya masing-masing yang dikuatkan dengan keterangan para saksi di kedua belah pihak.

Ely Yanti melanjutkan, setelah sidang hari ini, besok (Kamis, red) sidang dilanjutkan dengan agenda pembacaan kesimpulan oleh majelis sidang atas laporan yang masukkan Hanafi Zain ke Bawaslu Sumbar.

Sementara itu, pelapor Hanafi Zain yang dimintai keterangannya usai sidang menyebutkan hasil dari sidang kedua tadi atas laporannya dinilai berjalan cukup alot.

"Pada dasarnya saya menilai semuanya itu sudah lari dari aturan yang ada dalam UU atau PKPU No.10/2022 tentang pencalonan anggota DPD RI. Yang harus sebenarnya dilakukan KPU secara mutlak PKPU tersebut dan tidak ada perubahan toleransi terhadap calon yang tidak melakukan aturan dan peraturan sesuai PKPU tersebut," kata Hanafi.

Sementara itu, jelasnya, dia yang mengikuti tata cara pencalonan itu, tidak diberi kesempatan untuk melakukan perbaikan syarat pencalonan kemarin, diantaranya serahkan dukungan melebihi minimal ambang batas, dan beberapa hal lainnya.

Terpisah, Ketua KPU Sumbar Yanuk Sri Mulyani menerangkan pada sidang pembuktian itu, KPU Sumbar menyerahkan enam buah alat bukti berupa lima fotocopy, dokumen, dan kemudian satu lagi alat bukti berupa soft copy

"Enam alat bukti yang kami serahkan itu seperti daftar hadir LO bakal calon ketika mengikuti bimtek Silon dari KPU Sumbar salah satu hotel di Padang, ada juga surat dinas KPU RI No.1369 tertanggal 27 Desember 2022 tentang bagai bakal calon yang tidak bisa menyampaikan dukungannya secara Silon, maka bisa dilakukan secara non Silon (proses manual), kemudian ada surat dinas KPU No.11, selanjutnya ada bukti registrasi dari pelapor sebanyak dua kali, lalu tanda bukti terkait tanda terima pengembalian dan lainnya," kata Yanuk.

Komentar