Program Penanaman Bibit Berbasis Kaum Dicanangkan

Ekonomi-178 hit 30-07-2020 16:03
Wagub Nasrul Abit saat serahkan bantuan bibit buah kepada masyarakat Nagari Pagadih, Rabu (29/7). (Dok : Istimewa)
Wagub Nasrul Abit saat serahkan bantuan bibit buah kepada masyarakat Nagari Pagadih, Rabu (29/7). (Dok : Istimewa)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Agam, Arunala - Nagari Pagadih, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam, menjadi tempat pencanangan penanaman bibit berbasis kaum di Nagari, yang dilakukan Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, Rabu (29/7).

Seiring pencanangan itu, juga diserahkan sejumlah bibit tumbuhan dan buah-buahan kepada masyarakat setempat.

"Bibit tanaman yang diserahkan itu, merupakan bentuk komitmen Pemprov Sumbar mewujudkan ketahanan pangan sesuai dengan instruksi Presiden," sebut Nasrul Abit saat pencanangan itu.

Baca Juga

Disebutkan, bantuan bibit yang diserahkan bagi masyarakat Pagadih itu antara lain bibit petai, alpukat, jeruk nipis dan bibit buah lainnya.

"Melalui penyerahan bibit ini, diharapkan dapat membantu perekonomian masyarakat disini. Sudah menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk melihat keadaan rakyatnya, khususnya yang kurang mampu," tambah Nasrul.

Menunjang peningkatan perekonomian, infrastruktur memadai merupakan justifikasi. Dibutuhkan sinergitas antara provinsi dengan kabupaten kota.

Lebih lanjut Nasrul mengatakan, topologi daerah di dua nagari yang berbukit-bukit menyebabkan perekonomian masyarakat belum mapan.

Selain persoalan itu, masalah infrastuktur juga jadi perhatian Wagub di tempat itu.

"Jalan kesini banyak yang rusak. Masih ada 6 (enam) kilo berlubang. Karena ini jalan provinsi, bukan kabupaten, maka provinsi yang harus menyelesaikan. Jika transportasi bagus, imbasnya pasti ekonomi meningkat," sebutnya.

Nasrul mengatakan untuk menunjang peningkatan perekonomian satu Nagari atau kabupaten, kondisi infrastrukturnys harus memadai.

"Jadi dibutuhkan sinergitas antara provinsi dengan kabupaten kota dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur itu," kata Nasrul Abit.

Komentar