Gubernur Dukung dan Apresiasi FESyar 2020

Ekonomi-252 hit 14-09-2020 22:53
Gubernur Irwan Prayitno bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar Wahyu Purnama saat pembukaan FESyar 2020 Sumatera, Senin (14/9)-- ist
Gubernur Irwan Prayitno bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar Wahyu Purnama saat pembukaan FESyar 2020 Sumatera, Senin (14/9)-- ist

Penulis: MN. Putra

Padang, Arunala -- Sumatera Barat (Sumbar) didaulat sebagai tuan rumah penyelenggara Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2020 untuk wilayah Sumatera. Hal ini mendapat dukungan dan apresiasi dari Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.

Saat membuka FESyar 2020 itu secara virtual aula Gedung Bank Indonesia Sumbar, Senin (14/9), Irwan Prayitno menyampaikan festival ekonomi syariah ini, sesuai dengan prinsip hidup orang minang, yakni adat basandi syara', syara' basandi kitabullah.

"Selain itu, FESyar 2020 juga merupakan salah satu usaha atau strategi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat ditengah situasi pandemi seperti sekarang," kata Irwan Prayitno.

Baca Juga

Sedangkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar Wahyu Purnama memaparkan, FESyar 2020 bagian Sumatera itu akan dilangsungkan dari tanggal 14-20 September ini. Kegiatan FESyar kali ini terdiri dari empat kegiatan utama yakni, pembukaan yang telah dilaksanakan hari ini, syariah ekonomi forum, syariah fair dan tablig akbar.

"FESyar kali ini juga dimeriahkan dengan berbagai lomba seperti pemilihan pondok pesatren dan lembaga siswa terbaik di Sumatera, pemilihan wirausaha muda berbasis syariah, lomba kreasi busana muslim dengan menggunakan kain daerah, lomba video tari daerah bernuansa islami, lomba acapela nasyid, lomba kreasi hijab," ucap Wahyu.

Selain itu, terang dia, juga diadakan pameran produk UMKM secara virtual yang dapat dikunjungi melalui website www.fesyarsumatra.com," ucap Wahyu menjelaskan.

Turut hadir Kepala Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan Sumbar, Kepala OJK Sumbar, Kemenag Sumbar, Ketua Umum MUI Sumbar, Kepala SKPD Provinsi dan Kab/Kota se Sumbar, Pimpinan KPW dan Satker BI, Pimpinan Pondok Pesantren, Akademisi, Perbankan, Asosiasi, pelaku usaha, serta awak media.

Komentar