Mengejar Layangan Putus, Bocah F Tewas Disengat Listrik

Metro-510 hit 24-09-2020 20:45
Anggota Polsek Padang Timur saat memeriksa kondisi korban di RST Reksodiwiryo pasca kesentrum listrik, Kamis (24/9). (Foto : Can)
Anggota Polsek Padang Timur saat memeriksa kondisi korban di RST Reksodiwiryo pasca kesentrum listrik, Kamis (24/9). (Foto : Can)

Penulis: Can | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - Gara-gara mengambil layangan putus diatap rumah warga, seorang anak berusia 12 tahun tewas setelah tersentrum aliran listrik yang berada di atap rumah tersebut.

Kejadian itu terjadi Kamis (24/9) sekitar pukul 12.30 WIB di Jalan Kampung Durian No 37 D RT 03 RW 06, Kelurahan Parak Gadang Timur, Kecamatan Padang Timur.

Informasi yang diterima, korban berinisial F (12), warga Jalan Tanjung Aur RT 04 RW 01 Kelurahan Tanjung Aur, Kecamatan Lubuk Begalung tersebut melihat adanya layang -layang yang tersangkut di salah satu atap rumah warga.

Baca Juga

Korban langsung memanjat dan berjalan diatas seng rumah tersebut, tiba -tiba korban tidak sengaja menyenggol kabel listrik yang ada diatas atap rumah itu.

Korban pun terpental dan jatuh ke bawah dari atap rumah tersebut, dan tidak sadarkan diri. Melihat itu, korban kemudian dibawa warga ke Rumah Sakit Tentara (RST) Reksodiwiryo Padang.

Angga (28), warga sekitar mengatakan, ketika itu ia mendengar adanya suara percikan api diatap rumah salah satu warga.

"Tiba-tiba ada anak kecil yang jatuh dari atap rumah tersebut, rupanya anak itu tersentrum listrik, tak berapa lama korban dibawa langsung ke rumah sakit oleh warga," ungkapnya.

Kapolsek Padang Timur AKP Afrides Roema mengatakan, setelah Polsek Padang Timur mendapatkan informasi adanya seorang anak kecil berumur 12 tahun tersentrum listrik anggotanya langsung diturunkan ke lokasi.

"Saya bersama anggota lainnya, langsung ke TKP, di situ kami tidak menemukan adanya korban tersentrum tersebut, karena korban sudah dibawa pihak Keluarga kerumah Sakit terdekat," ungkapnya.

Dijelaskan lagi, setelah dia melakukan olah TKP, lalu bergerak ke RST Reksodiwiryo Padang di mana korban dibawa kesana.

"Di rumah sakit itu kami meminta keterangan pihak keluarga, katanya korban ingin mengambil layangan, namun naas korban tersenggol aliran listrik bertegangan tinggi. Dan pihak keluarga tidak mau dilakukan visum dan membawa korban ke rumah duka untuk disemayangkan,"ungkap AKP Afrides Roema.

Komentar