Nakal di Kelas, tapi Selalu Juara

Metro-58 hit 24-10-2020 13:00
Indra Catri bersama Ridwan, teman semasa sekolah yang kini tinggal di Kabupaten Dharmasraya, Rabu (21/10) lalu. (Dok : Istimewa)
Indra Catri bersama Ridwan, teman semasa sekolah yang kini tinggal di Kabupaten Dharmasraya, Rabu (21/10) lalu. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Dharmasraya, Arunala - Setelah 45 tahun tak bersua, Ridwan dan Indra Catri melepas rindu di Sungai Rumbai, Dharmasraya, Rabu (21/10). Mereka merupakan teman sekolah dari SD sampai SMP.

Setelah berpisah pulahan tahun, Ridwan bertemu saat Indra Catri mengunjungi latihan bersama Perguruan Maju Sehat Bersama (Mahatma) di Sungai Rumbai. Ridwan salah satu pengurus cabang perguruan itu di Dharmasraya.

Ridwan berkisah banyak soal si In (panggilan akrab Indra Catri) kecil. Ia mengungkapkan sewaktu sekolah, Indra nakal. Meskipun begitu, Indra selalu juara kelas.

Baca Juga

"Dulu si In ini nakal, tapi dia pintar dan juara kelas. Kami selalu bersama-sama," ujar Ridwan memulai ceritanya bersama Indra Catri.

Ridwan menceritakan mereka berteman akrab sewaktu sekolah dulu. Ia sangat mengagumi teman masa sekolahnya itu. Saking kagumnya, ia menamai seorang anaknya dengan nama Indra Catri.

"Anak lelaki saya kami beri nama sama dengan Indra Catri biar dia juga sukses seperti teman saya ini," ucap Ridwan sambil merangkul sahabat kecilnya itu. Ridwan berharap Indra Catri bersama Nasrul Abit menang pada Pilkada Sumbar.

Indra Catri mengatakan ia bertemu Ridwan saat bersilaturahmi dengan Perguruan Mahatma. Sebelumnya, ia diajak Ridwan untuk melihat anggota Mahatma berlatih bersama.

"Saya ditelepon beliau. 'In, lihatlah kami latihan,' katanya. Saya tanya, 'Latihan apa, Wan? 'Mahatma,' kata beliau. Saya kemudian ketawa. Mungkin Ridwan belum tahu saya ini keluaga besar Mahatma," tuturnya.

Di hadapan anggota Mahamatma, Indra Catri menjelaskan ia ikut mengembangkan Mahatma di Sumbar bersama pamannya, almarhum Dasril, almarhum Pandu, dan beberapa orang lainnya.

"Saya diwakafkan Mahatma untuk menjadi maju sebagau Bupati Agam waktu itu. Sejak itu saya vakum. Sekarang rupanya banyak sahabat saya di Mahatma," katanya.

Komentar