Kamis, Para Pegawai Di Kampus Jalani Uji Swab: Pasien Positif Covid di UIN IB Padang Bertambah

Metro- 26-08-2020 17:30
Pimpinan kampus UIN IB Padang bersama tenaga kesehatan saat lakukan tracking di kampus UIN IB Padang, Rabu (26/8). (Dok : Istimewa)
Pimpinan kampus UIN IB Padang bersama tenaga kesehatan saat lakukan tracking di kampus UIN IB Padang, Rabu (26/8). (Dok : Istimewa)

Padang, Arunala - Pasien terpapar Covid-19 yang terdapat di Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol (IB) Padang, nyatanya tidak hanya satu orang, tapi ada tiga orang, mereka itu masing-masing IM (50), YZ (47) dan AY (51).

Menyikapi terkonfirmasinya tiga orang warga UIN Imam Bonjol Padang, pihak Rektorat telah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Padang.

"Setelah pimpinan UIN IB Padang berkoordinasi dengan kepala DKK Padang, Feri Mulyani, maka sejumlah petugas medis dari Puskesmas Ambacang melakukan tracing dan tracking terhadap orang-orang yang pernah kontak langsung dengan IM, YZ, dan AY dalam dua minggu terakhir ini," kata WR II UIN IB Firdaus didampingi Kasubag Humas UIN IB Padang, Getri Ardenis serta dia orang petugas tenaga kesehatan Surya dan Vera kepada Arunala.com, Rabu siang (26/8).

Dalam kesempatan itu Firdaus menekankan kepada semua jajaran UIN IB agar tetap waspada, jaga kesehatan, tetap laksanakan protokol kesehatan.

Ia juga menyampaikan pesan dari Rektor UIN IB Padang Prof. Eka Putra Wirman bahwa Covid 19 bukan aib.

"Wabah ini tetap mengintai dan bisa menimpa siapa saja. Kita bisa terjangkit Covid-19 dari orang-orang terdekat yang berkontak dengan orang lain," sebut Firdaus.

Bagi mereka yang terpapar, jelasnya, berikan simpati, empati dan doa semoga segera sembuh. Sarankan kepada mereka untuk tidak panik dan tetap optimis dlm menghadapi Covid-19 ini.

Kemudian, bagi yang tidak terpapar, jangan menganggap enteng penyebaran Covid-19.

"Hanya ada satu solusi, patuhi protokol kesehatan; pakai masker, cuci tangan dan hindari kerumunan," tukasnya Firdaus lagi.

Dia menilai, kesalahpahaman masyarakat banyak sekali antara lain berupaya memengaruhi orang lain bahwa Covid-19 itu tidak ada, sehingga perilakunya tidak utuh dalam melaksanakan protokol kesehatan. Kemudian salah jagu memahami zonasi hijau, kuning, orange dan merah.

"Zona hijau dipahami sebagai daerah bebas Covid-19 sehingga mereka hidup seperti di masa sebelum Covid. Padahal Indonesia sudah menetapkan diri bahwa di setiap sudut daerahnya terdampak Covid-19," ujar Firdausnext

Komentar