.
Dia menegaskan, tidak ada jaminan pada pandemi ini, pilkada tidak adanya kerumunan massa. Dan kondisi seperti itu mustahil bisa diantisipasi penyelenggara pilkada saja.
Surya Efitrimen mengakui dalam pelaksanaan di lapangan memang dilakukan pembatasan namun tidak mengurangi esensi dari pelaksanaan pilkada itu.
Menurutnya, protokol kesehatan adalah syarat pilkada kali ini dilaksanakan dan memang harus dilaksanakan sejumlah pembatasan.
"Kami sebagai penyelanggara pemilu berharap dalam pemilihan kali ini peserta, partai politik, pendukung, relawan dan tim kampanye agar bisa melaksanakan protokol kesehatan. Ini demi terwujudnya pilkada aman, damai, berintegritas dan sehat," harap Surya Efitrimen.
Sementara, untuk penandatangan pakta integritas itu, diawali sejumlah calon gubernur atau wakil gubernur yang hadir yaitu Ali Mukhni, Fakhrizal, Genius Umar, dan Audy Joinaldy.
Dilanjutkan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, mewakili Danrem 032/WBR mewakili Kapolda Sumbar, Danlanud, Danlantamal, Kajati, Ketua Pengadilan Tinggi, LKAAM Sumbar.
Unsur organisasi masyarakat di antaranya Muhammadiyah, NU, dan PWI Sumbar. Pakta integritas ini salah satu isinya adalah tidak melakukan politik uang dan politisasi SARA.


Komentar