Padang, Arunala - Persoalan kelanjutan pembangunan jalan Tol Padang - Pekanbaru, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah meminta pihak pelaksana untuk bisa segera melanjutkan pengerjaan pembangunan jalan Tol tersebut.
Itu disampaikan Mahyeldi saat ditanya arunala.com seusai rapat paripurna penyampaian nota LKPJ kepala daerah 2021 di ruang sidang utama gedung dewan tersebut, Senin (21/2).
"Untuk pembangunan jalan Tol Padang - Pekanbaru, terdiri empat seksi. Dan dari empat seksi itu, pembangunannya baru dilakukan pada seksi 1 dengan ruas Padang - Sicincin (Kabupaten Padangpariaman, red) yang sudah masuk tahap konstruksi dengan realisasi fisik sebesar 45 persen lebih dan lahan sekitar 36 persen lebih, dan direncanakan akhir 2023 akan dapat dioperasionalkan," kata Mahyeldi.
Meski target pengoperasian Tol Padang - Sicincin bisa dilakukan akhir 2023 itu, namun Mahyledi melihat kelanjutan pembangunannya belum terlihat.
"Padahal, sudah banyak lahan di seksi 1 itu yang sudah dibebaskan, tapi belum dibangun oleh Hutama Karya selaku pihak pelaksana, coba saja lihat di lapangan, ada lebih 1.000 persil tanah yang sudah dibebaskan dari 1.000 sekian persil tanah yang ada di ruas Padang - Sicincin itu," ujar Mahyeldi.
Mestinya, sebut Mahyledi, rekan-rekan media tanya langsung ke pihak Hutama Karya kenapa belum dibangun itu.
Sebenarnya, lanjut gubernur ini, tim khusus dari Pemprov Sumbar terus bergerak di lapangan setiap hari untuk mengevaluasi menyangkut progres dari pembangunan jalan Tol tersebut.
"Bahkan kemarin, saya melihat dari salah satu acara dari salah satu stasiun TV kan dijelaskan menyangkut sekian ribu persil tanah yang sudah diselesaikan proses pembebasan lahannya, termasuk progres pembebasan lahan yang sedang mulai dilaksanakan," ungkap Mahyledi.
"Yang jadi pertanyaannya adalah, lahan yang sudah selesai pembebasan lahannya kapan dikerjakan pembangunannya, kalau menyangkut masalah fisik bukan pemprov tapi Kementerian PUPR yang bertanggung jawab," imbuhnyanext


Komentar