Ketua DPRD Sumbar Minta Masyarakat Waspadi Pekat
Payakumbuh, Arunala - Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Supardi, minta masyarakat waspadai penyakit masyarakat (Pekat) seperti narkotika dan LGBT pasca-pandemi Covid-19 melanda.
Imbauan tersebut diungkapkan Supardi saat memberikan sambutan pembukaan penyuluhan keliling Kota Payakumbuh, yang merupakan program pemberdayaan sosial Dinas Sosial (Dinsos) Sumbar di salah satu hotel di Kota Payakumbuh, Minggu sore (21/8).
" Usai pandemi Covid-19 melanda, terjadilah pergeseran sosial ditengah masyarakat, sehingga angka penyalahgunaan narkotika dan perilaku menyimpang LGBT meningkat. Hal itu harus menjadi perhatian bersama," katanya.
Dia mengatakan tahun 2022 merupakan masa peralihan usai pandemi covid melanda, dua tahun lalu,masyarakat hidup dalam keterbatasan secara sosial hingga ekonomi.
Dampak dari pergeseran sosial di Sumbar, mempengaruhi tingginya tingkat pengangguran dan kemiskinan, sehingga kenakalan remaja pun ikut berkembang.
Penyalahgunaan narkotika dan LGBT sangat menjadi sorotan, secara statistik angkanya cenderung naik pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota, termasuk Payakumbuh.
"Ranah Minang memiliki falsafah Adat Basandi Syarak- Syarak Basandi Kitabullah, sangat miris tingkat LGBT nya tinggi. Jangan biarkan hal burukitu berkembang," katanya.
Dia menyebutkan, ada hal yang lebih bahaya mengancam kelangsungan generasi muda dari bahaya narkotika, yaitu menghisap lem.
Praktek ini cukup berkembang pada setiap daerah, lantaran mendapatkanya mudah dan secara harga sangat terjangkau.Meski demikian, kerusakan yang ditimbulkan 10 kali lipat dari kerusakan pengguna narkoba.
" Karena lem belum diatur pada sumber hukum kita, maka pengguna belum bisa diproses secara hukum, kenakalan remaja pada saat sekarang berkembang begitu cepat," katanya.
Dia mengatakan, banyaknya dinamika sosial yang terjadi pasca Covid-19 harus diantisipasi dengan cara membuka forum masyarakat melalui penyuluhan sosialnext


Komentar